PT Galley Adhika Arnawarma (GAA), pengendali PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), memutuskan melepas seluruh kepemilikannya kepada PT Wibowo Group Capital (WGC). Langkah ini mencakup 82,5 persen saham perusahaan jasa angkutan batu bara dan nikel tersebut.
GAA merupakan entitas yang dimiliki oleh pengusaha Grace Tjugiarto, ultimate beneficial owner MBSS yang juga bagian dari Daidan Group. Selain di MBSS, Grace juga mengendalikan sejumlah perusahaan perkapalan lain, seperti PT Anaga Shipping Indonesia dan PT Kemala Shipping.
Sekretaris Perusahaan MBSS, Emy Oktavia, mengungkapkan bahwa GAA dan WGC telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada 21 Juli 2026. Perjanjian itu mencakup penjualan 1,44 miliar saham atau 82,5 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
“Penandatanganan CSPA merupakan tahap awal yang mengikat para pihak dalam pelaksanaan transaksi akuisisi saham perseroan,” kata Emy dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/7/2026).
Ia menambahkan, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh persyaratan pendahuluan yang diatur dalam CSPA terpenuhi. Perseroan berjanji akan menyampaikan keterbukaan informasi lebih lanjut kepada pemegang saham publik dan masyarakat terkait perkembangan material sesuai aturan.
“Transaksi antara penjual dan pembeli tidak terdapat hubungan afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.42/POJK/04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan,” ujarnya.
Identitas PT Wibowo Group Capital belum banyak diketahui. Berdasarkan data terbatas, perusahaan tersebut berkantor di Gandasari Tower, Jakarta Selatan.
Menjelang penutupan perdagangan, saham MBSS bergerak menguat sekitar 7 persen ke Rp2.750 seiring pengumuman rencana akuisisi. Dalam setahun terakhir, harga sahamnya telah melonjak 50 persen imbas kabar akuisisi, terutama oleh Salim Group.