Pasar Kepandean di Kota Serang kini tidak hanya mengandalkan listrik konvensional. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), energi matahari diubah menjadi energi bersih yang mendukung aktivitas pedagang sekaligus mendorong terciptanya pasar yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
Inisiatif ini hadir melalui Program Pasar Energi Berdikari (PEB), sebuah model pemberdayaan pasar tradisional berbasis energi terbarukan yang mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih dengan penguatan kapasitas dan ekonomi pelaku UMKM. Kehadiran PEB di Pasar Kepandean merupakan wujud kolaborasi antara Pertamina, Pertamina Foundation, perguruan tinggi, Pemerintah Kota Serang, dan mitra lainnya untuk menghadirkan manfaat energi terbarukan hingga ke tingkat masyarakat.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa Pasar Energi Berdikari bukan sekadar instalasi energi bersih, melainkan juga menghubungkan pemanfaatan energi terbarukan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi.
“Pasar Energi Berdikari merupakan inovasi Pertamina. Dalam pelaksanaannya PLTS ini berkapasitas 4 kWp yang mampu memberikan manfaat dalam penghematan listrik bagi pedagang di Pasar Kepandean. Kami ingin energi bersih hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, program ini tidak berhenti pada pemasangan PLTS, tetapi juga dilengkapi edukasi energi bersih dan penguatan kapasitas pedagang agar manfaatnya dapat terus dirasakan dan dikelola secara berkelanjutan,” ujar Agus.
Dalam pengembangan PEB di Pasar Kepandean, Pertamina Foundation turut melibatkan Universitas Pertamina dalam proses pemasangan PLTS.
Program PEB memiliki tiga luaran utama: instalasi energi bersih, edukasi energi bersih, serta pemanfaatan energi bersih untuk mendukung ekonomi pasar. Dengan pendekatan tersebut, PLTS tidak hanya menjadi infrastruktur energi, tetapi juga sarana edukasi dan bagian dari upaya menciptakan aktivitas ekonomi pasar yang lebih berkelanjutan.
Dalam rangka menyambut Hari UMKM Nasional, Pertamina melalui Pertamina Foundation berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang mengadakan pelatihan operasional PLTS bagi pedagang kuliner di Pasar Kepandean. Pelatihan ini memberikan pemahaman mengenai pengoperasian dan pemanfaatan PLTS secara aman dan tepat. Para pedagang diharapkan dapat menggunakan energi PLTS dengan baik dalam mendukung aktivitas usaha sehari-hari.
Selain edukasi energi bersih, penguatan kapasitas UMKM juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Tugu Insurance berupa pelatihan literasi keuangan dalam usaha. Materi ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pedagang dalam mengelola keuangan usaha sehingga dapat mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyambut positif kolaborasi antara perusahaan, perguruan tinggi, dan Pemerintah Kota Serang dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi antara perusahaan, universitas, dan Pemerintah Kota Serang. Program ini tidak hanya menghadirkan energi terbarukan melalui PLTS, tetapi juga memberikan edukasi dan penguatan kapasitas kepada para pedagang. Harapannya, keberadaan PLTS ini dapat digunakan dan dijaga secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang dan turut meningkatkan perekonomian para pedagang di Pasar Kepandean,” ujar Nur Agis.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Jadi ke-19 Kota Serang, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan penguatan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Untuk memastikan PLTS dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang, Pertamina Foundation melibatkan Sobat Bumi (Sobi) Pertamina dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam monitoring dan evaluasi penggunaan serta operasional PLTS di Pasar Kepandean. Keterlibatan Sobi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pemanfaatan energi bersih di pasar. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, kondisi dan penggunaan PLTS dapat dipantau secara berkala sehingga perangkat dapat terjaga dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan mahasiswa juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam penerapan energi terbarukan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Hal ini memperluas makna kolaborasi PEB, tidak hanya antara korporasi dan pemerintah, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi dan generasi muda.
Bagi pedagang, manfaat keberadaan PLTS dapat dirasakan langsung dalam aktivitas usaha sehari-hari. Haryati, salah satu pedagang di Pasar Kepandean, mengatakan bahwa pemanfaatan PLTS membantu menghemat penggunaan listrik di kiosnya.
“Adanya PLTS ini sangat membantu dalam penghematan penggunaan listrik di kios. Kami juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara menggunakan energi PLTS dengan lebih baik. Semoga program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pedagang di Pasar Kepandean,” ujar Haryati.
Melalui Pasar Energi Berdikari, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari instalasi PLTS, edukasi energi bersih, penguatan kapasitas UMKM, hingga monitoring dan evaluasi, seluruh rangkaian program diarahkan untuk membangun ekosistem energi bersih yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pasar Kepandean diharapkan menjadi salah satu contoh bahwa energi terbarukan dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pasar tradisional yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Local Hero Pertamina Jadi Kunci Keberlanjutan Energi Bersih di Desa
Transisi Energi Terkendala Lahan, IESR Dorong Pendekatan LUCIS
PTBA dan Pertamina NRE Jajaki PLTS di Lahan Bekas Tambang