Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatra di Siak

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:45 WIB
Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatra di Siak

Kepolisian Daerah Riau meresmikan breeding area atau area penangkaran di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, pada Rabu (12/8/2026). Peresmian yang bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia ini diharapkan menjadi langkah nyata menjaga kelestarian Gajah Sumatra yang kian terancam punah.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, keberadaan breeding area merupakan investasi ekologis yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat saat ini. "Keberadaan breeding area ini merupakan investasi ekologis. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini," ujarnya di PLG Minas, Siak, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, upaya ini dilakukan agar generasi mendatang masih bisa menyaksikan satwa asli Sumatra tersebut. "Apa yang kita lakukan hari ini menentukan apakah generasi mendatang dapat mendengar suara gajah," katanya.

Selama ini, populasi gajah bernama latin Elephas maximus sumatranus terus berkurang setiap tahun akibat konflik dengan manusia. Habitat mereka tergerus oleh perambahan hutan, penebangan liar, dan berbagai kejahatan lingkungan lainnya. "Keberadaan gajah ini terus terusir. Mereka (gajah) tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa," tuturnya.

Polri, sebagai aparat penegak hukum, memiliki kewajiban menjaga alam termasuk satwa dilindungi di dalamnya. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan yang diterbitkan pada 15 Juni 2026. "Nah tugas kita, untuk menindaklanjuti Inpres, arahan Bapak Presiden itu sudah dikeluarkan (Inpres), setelah makin hari gajah kita makin berkurang habitatnya," imbuh Irjen Herry Heryawan.

Pada kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, World Wildlife Fund for Nature (WWF), serta Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar atas kontribusi mereka dalam pembangunan breeding area tersebut. "Dan hari ini di tanggal 12 Agustus 2026, Hari Gajah Sedunia, kita bisa meresmikan breeding area ini dan harapannya setelah adanya breeding area ini mudah-mudahan kita bisa melihat anak-anak gajah," katanya.

Kapolda menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan Gajah Sumatra. Ia juga mengajak masyarakat menjaga hutan sebagai habitat gajah. "Bahwa jangan hanya menjaga gajah yang ada, tetapi pula tempat di mana gajah itu hidup. Karena tanpa habitat, konservasi tidak akan sempurna, dan tanpa keberlanjutan breeding area ini tidak akan sempurna," tuturnya.

Apresiasi BKSDA Riau

Kepala BKSDA Riau Supartono mengapresiasi kado kandang breeding dari Kapolda Riau ini. Menurutnya, pembangunan kandang breeding tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polda Riau dalam menjaga kelestarian satwa. "Bagi kami dari Balai Besar KSDA Riau, pembangunan kandang breeding ini merupakan sebuah bentuk nyata kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi, khususnya gajah Sumatra," kata Supartono.

Supartono mengenang perbincangannya dengan Kapolda saat kunjungan ke PLG Minas beberapa waktu lalu. Saat itu, Kapolda menawarkan bantuan untuk PLG Minas. "Kami kemudian menyampaikan bahwa selama ini berbagai upaya konservasi dan perlindungan gajah telah kita lakukan. Namun, saat ini kita juga menghadapi tantangan bagaimana agar populasi gajah dapat terus berkembang dan bertambah. Salah satu kebutuhan yang sangat penting adalah tersedianya kandang breeding yang memungkinkan gajah berkembang biak secara alami," katanya. "Alhamdulillah, apa yang menjadi kebutuhan tersebut hari ini dapat diwujudkan melalui dukungan Bapak Kapolda Riau beserta jajaran," pungkasnya.

Turut hadir dalam peresmian, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi beserta jajaran pejabat utama Polda Riau, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Kepala BKSDA Riau Supartono, General WWF Indonesia Wilayah Riau Muhammad Rizki, dan Wildlife Protection Specialist WWF Indonesia Wilayah Riau Jon Hendra.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags