Iran mendesak Amerika Serikat untuk segera menentukan jadwal penarikan tanpa syarat seluruh tentara Israel dari Lebanon. Desakan itu disampaikan merujuk pada nota kesepahaman perjanjian damai yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni lalu.
“Mengakhiri perang dan operasi militer rezim Zionis terhadap Lebanon, serta penarikan pasukan penjajah dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki, adalah syarat yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan akhir dan berkelanjutan, guna membangun stabilitas di kawasan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Bagaei, Senin (29/6/2026).
Bagaei menegaskan, bagi Iran, perlindungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, serta martabat dan keamanan seluruh rakyatnya, merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, isu konflik Israel dan Lebanon dimasukkan dalam poin MoU untuk mengakhiri perang.
Iran memasukkan pengakhiran perang dan operasi militer Israel di Lebanon bersamaan dengan diakhirinya serangan AS terhadap Teheran.
Bagaei juga mengatakan, Iran berharap AS memenuhi komitmennya, sesuai dengan MoU, untuk melakukan semua langkah yang diperlukan guna memaksa militer Zionis menghentikan setiap agresi dan operasi terhadap seluruh wilayah Lebanon.
“(Iran menyerukan) Penentuan jadwal yang cepat untuk penarikan (pasukan Israel) tanpa syarat dari wilayah Lebanon yang diduduki,” ujarnya.
Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran dalam beberapa hari terakhir. Militer kedua negara saling serang sejak Jumat pekan lalu, dipicu permasalahan di Selat Hormuz.
Iran menyerang kapal kargo yang belum mendapat izin melintas di jalur perairan strategis tersebut pada Kamis lalu. Serangan itu memicu respons oleh AS keesokan harinya yang menyerang fasilitas-fasilitas militer Iran di Selat Hormuz.
Setelah itu giliran Iran yang menyerang pangkalan militer AS di Bahrain di hari yang sama, sebagai pembalasan. Kejadian serupa terulang pada Sabtu (27/6/2026), dipicu serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Langkah Jokowi Bersama PSI Dinilai Tak Akan Berpengaruh Maksimal
Mahfud MD: Hukum Ortodoks adalah Kudeta terhadap Demokrasi
XPeng Luncurkan X9 Facelift dan G6 Performance, Bawa Baterai 110 kWh
DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Dugaan Intimidasi di Balik Kematian Dokter Icha