Malam itu, Bandara Adi Soemarmo di Boyolali ramai bukan main. Suasana haru dan bangga menyambut pulangnya para pahlawan olahraga. Kontingen Indonesia dari ASEAN Para Games 2025 akhirnya tiba di tanah air, usai bertanding di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, tak menyia-nyiakan momen itu. Ia langsung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang dibawa pulang. “Yang pasti, kami merasa bersyukur, karena atlet dan ofisial sudah tiba di Tanah Air dengan selamat,” ujarnya.
“Kami mewakili pemerintah mengucapkan selamat atas raihan medali 135 emasnya,” lanjut Taufik, Selasa (27/1/2026) malam.
Ia juga punya pesan khusus untuk mereka yang membawa pulang perak dan perunggu. “Mereka tetap menjadi juara. Mereka tetap menjadi inspirasi kita. Dengan segala kekurangan, mereka tetap harus kita tiru semangatnya.”
Pencapaian itu memang luar biasa. Target awal cuma 82 emas, tapi nyatanya para atlet berhasil mengumpulkan 135 emas, ditambah 143 perak, dan 114 perunggu. Sebuah lonjakan prestasi yang fantastis.
Di sisi lain, Chef de Mission untuk ajang tersebut, Reda Manthovani, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Ia melihat langsung perjuangan keras atlet-atlet di Thailand.
“Saya bangga dengan capaian Atlet Para Games Indonesia,” kata Reda. Ia bahkan menyebut ada upaya dari tuan rumah untuk menjegal, namun atlet Indonesia membuktikan diri dengan finis di posisi kedua juara umum.
“Saya harap prestasi ini bisa terus berlanjut di level Asia maupun Dunia. Terima kasih perjuangan atlet Para Games Indonesia, mereka patriot Bangsa kita itu,” tutupnya penuh semangat.
Dukungan penuh dari pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu kunci sukses. Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, yang juga hadir dalam penyambutan, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami berangkat ke Thailand atas restu dari Bapak Presiden. Selain itu, Pak Menteri juga turut mendampingi kami saat bertanding di Thailand, memberi motivasi yang luar biasa sehingga kami bisa mendapatkan hal yang luar biasa,” ujar Senny.
Penyambutan malam itu juga dihadiri sederet pejabat, mulai dari Deputi CdM Teguh Subroto, Wali Kota Solo Respati Ardi, hingga Bupati Boyolali Agus Irawan. Mereka semua ingin memberikan penghormatan.
Di antara para atlet, ada nama Jendi Pangabean yang bersinar. Perenang andalan ini menyumbang tujuh medali emas! Lima dari nomor perorangan dan dua dari nomor beregu.
“Saya merasa senang dan terharu karena bisa mendarat dengan selamat di Indonesia untuk berkumpul kembali bersama keluarga,” kata atlet asal Muara Enim itu. Rindunya pada keluarga terasa sekali dalam ucapannya.
Kalau dilihat per cabang olahraga, para atletik jadi penyumbang emas terbanyak dengan 44 keping. Disusul para renang dengan 29 emas. Para bulu tangkis juga tak kalah hebat, meraih 12 emas.
Yang menarik, ada cabang yang sapu bersih. Tim para judo Indonesia berhasil memboyong tujuh emas dari semua nomor yang dipertandingkan. Sebuah dominasi yang sempurna.
Beberapa cabang bahkan berhasil keluar sebagai juara umum di kelasnya masing-masing di ajang ini. Sebut saja para bulu tangkis, para angkat berat, para judo, dan para panahan. Mereka semua memberikan performa terbaiknya.
Kedatangan kontingen sendiri dilakukan dalam dua kloter terpisah. Kelompok pertama mendarat Selasa malam pukul 18.30 WIB. Sementara, kelompok kedua baru tiba Rabu dini hari pukul 03.00 WIB. Perjalanan panjang yang akhirnya berakhir dengan sukacita.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares