JAKARTA – Kursi pelatih Timnas Indonesia masih kosong. Sudah lebih dari sebulan sejak Patrick Kluivert dipecat, setelah gagal membawa Skuad Garuda ke putaran final Piala Dunia 2026. Situasi ini tentu memicu pertanyaan: siapa yang akan menggantikannya?
Nah, soal ini, legenda sepak bola Indonesia Peri Sandria punya pesan khusus untuk PSSI. Ia mendesak federasi agar benar-benar memilih calon terbaik. Jangan sampai salah langkah lagi.
"PSSI waktunya kan masih panjang, harus berhati-hati mencari pelatih," tegas Peri di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ia melanjutkan dengan peringatan yang gamblang, "Jangan beli kucing dalam karung, sayang biayanya."
Kekhawatiran Peri bukan tanpa alasan. Menurutnya, PSSI harus belajar dari pengalaman dengan Kluivert. Nama besar sebagai pemain legenda Belanda itu, nyatanya, tidak serta-merta menjamin kualitasnya sebagai pelatih yang mumpuni. Peri merasa penunjukkan waktu itu terkesan gegabah.
Di sisi lain, ia melihat ada kesempatan untuk lebih cermat. Waktu yang dimiliki PSSI sebenarnya cukup longgar. Agenda resmi Timnas berikutnya baru akan dimulai pada FIFA Matchday Maret 2026 mendatang. Itu artinya, masih ada bulan-bulan untuk menimbang dengan matang.
"Sebenarnya waktunya memang masih panjang, saya rasa harus pelan-pelan mencari pelatih, sabar," ujar sang legenda asal Binjai itu.
Kabarnya, sejumlah perwakilan PSSI sudah berada di Eropa untuk mewawancarai kandidat. Proses pencarian suksesor Kluivert memang sedang berlangsung serius. Namun begitu, Peri berharap proses ini tidak terburu-buru. Ia ingin federasi memaksimalkan waktu yang ada untuk observasi dan pertimbangan mendalam.
Pesan terakhirnya jelas. "Jangan salah ambil pelatih seperti kemarin. Yang kemarin, sebagai pemain kualitasnya memang okelah, pemain top, legenda, tapi belum tentu sebagai pelatih berhasil membawa prestasi yang bagus," pungkas Peri Sandria.
Nada keprihatinannya terdengar kuat. Bagi dia, yang terpenting bukan sekadar mendapatkan pelatih berlabel "nama besar", melainkan seseorang yang benar-benar bisa membawa tim nasional melangkah lebih maju.
Artikel Terkait
Negosiasi Impor LPG dari Rusia Masih Alot di Tengah Lonjakan Kebutuhan Nasional
Prabowo Terbitkan Tiga Aturan Baru untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Mendikti Siapkan Sinergi Nasional Tangani Kekerasan Seksual di Kampus
OpenAI Siapkan Dana Lebih dari US$20 Miliar untuk Amankan Akses Chip Cerebras