Kak Seto Ungkap Penyebab Stroke Ringan yang Pengaruhi Kognitif & Proses Pemulihannya

- Selasa, 04 November 2025 | 16:15 WIB
Kak Seto Ungkap Penyebab Stroke Ringan yang Pengaruhi Kognitif & Proses Pemulihannya
Kak Seto Ungkap Kondisi Kesehatan: Sempat Alami Stroke Ringan yang Pengaruhi Kognitif - Kabar Terbaru

Kak Seto Ungkap Kondisi Kesehatan: Sempat Alami Stroke Ringan yang Pengaruhi Kognitif

Psikolog anak ternama, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, baru-baru ini membagikan kabar mengejutkan mengenai kondisi kesehatannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami stroke ringan yang secara khusus menyerang fungsi kognitifnya beberapa waktu lalu.

Dampak Stroke Ringan pada Kemampuan Berpikir

Dalam sebuah wawancara, Kak Seto menjelaskan secara detail bagaimana serangan stroke ringan ini berdampak signifikan pada kemampuannya berpikir. Ia mengaku sempat merasakan kondisi linglung dan kebingungan sebagai akibat dari gangguan kognitif yang dialaminya.

"Iya, kena stroke ringan, tapi yang terkena kognitifnya. Jadi kemampuan berpikir, jadi sempat seperti linglung, seperti bingung gitu ya," ungkap Kak Seto saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (4/11/2025).

Keterlambatan Penanganan Medis

Yang cukup mengkhawatirkan, Kak Seto juga mengungkapkan adanya keterlambatan dalam penanganan medis yang ia alami. Padahal masa kritis penanganan stroke adalah dalam 4,5 jam pertama, namun ia baru memeriksakan diri setelah 4 hari.

"Masa kritisnya itu 4,5 jam, saya terlambat 4 hari baru diperiksa, di-MRI, dan ternyata harus dirawat selama 3-4 hari," jelasnya mengenai proses penanganan medis yang ia jalani.

Proses Pemulihan dan Anjuran Dokter

Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Kak Seto diwajibkan untuk beristirahat total di rumah. Dokter yang menanganinya memberikan sejumlah anjuran ketat untuk mendukung proses pemulihannya.

Dokter menyarankannya untuk mengurangi aktivitas dan memperbanyak istirahat selama satu hingga dua bulan ke depan. Bahkan kegiatan olahraga yang biasa dilakukannya pun harus dibatasi secara signifikan.

"Olah raga yang pertandingan, apa saja, tidak bisa dicegah saja. Jadi, paling kalau bisa jalan kaki saja dulu selama lebih kurang 1 bulanlah begitu," tuturnya mengenai pembatasan aktivitas fisik.

Menyeimbangkan Istirahat dan Aktivitas

Meski harus membatasi aktivitas, Kak Seto mengaku cukup kesulitan jika harus berhenti beraktivitas total. Ia merasa lebih bersemangat dan sehat ketika tetap bergerak dan berkegiatan.

"Saya kadang-kadang kalau enggak bergerak, kalau enggak berkegiatan, enggak nendang, ya, rasanya. Jadi, terus berusaha ya, dipadukanlah antara istirahat, lalu ada kegiatan," katanya mengenai strateginya menyeimbangkan waktu istirahat dan aktivitas.

Menanggapi Komentar Negatif dengan Positif

Di tengah masa pemulihannya yang cukup berat, Kak Seto justru mendapat komentar negatif dan perundungan dari warganet. Namun, dengan sikap bijaknya, ia memilih untuk tidak ambil pusing dan menanggapi semua kritikan negatif tersebut dengan cara yang positif.

"Saya juga dinyinyirin, di-bully. Kok saya juga heran, kenapa gitu loh," ujarnya.

"Saya selalu berpikir positif saja. Jadi, mungkin sayang malah, jadi penuh persahabatan. Jadi, pancing dengan hal-hal yang negatif, ya, tapi saya menghadapi semuanya dengan positif saja," tutup Kak Seto dengan penuh ketenangan.

Komentar