Siswa SD di Ngada Diduga Gantung Diri Didorong Tekanan Ekonomi Keluarga

- Jumat, 06 Februari 2026 | 08:25 WIB
Siswa SD di Ngada Diduga Gantung Diri Didorong Tekanan Ekonomi Keluarga

Informasi terkait bunuh diri dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

MURIANETWORK.COM - Seorang siswa Sekolah Dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia setelah diduga melakukan gantung diri. Peristiwa memilukan yang terjadi di Kecamatan Jerebuu ini diduga dipicu oleh tekanan ekonomi keluarga yang membuat korban, berinisial YBR, tidak mampu membeli buku tulis dan pulpen. Tragedi ini telah menarik perhatian serius dari pemerintah daerah dan dinas terkait untuk menelusuri lebih dalam kronologi serta konteks persoalan di baliknya.

Dugaan Pemicu dan Kondisi Keluarga

Berdasarkan informasi awal, YBR yang masih duduk di kelas IV SD negeri itu disebut mengalami kekecewaan mendalam karena sang ibu, seorang janda, tidak sanggup memenuhi kebutuhan sekolahnya yang paling dasar. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas menjadi faktor kunci dalam insiden ini. Sebelum kejadian, siswa-siswa di sekolah tersebut, termasuk YBR, diketahui kerap diingatkan mengenai cicilan uang sekolah.

Klarifikasi Soal Tunggakan dan Sistem Pembayaran

Menanggapi isu yang berkembang, otoritas setempat memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme pembayaran di sekolah. Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Ngada, Veronika Milo, menyatakan bahwa total biaya sekolah untuk kelas IV adalah Rp 1.220.000 per tahun, dengan sistem cicilan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar