MURIANETWORK.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan angka pengangguran di Indonesia pada November 2025. Data terbaru menunjukkan jumlah penduduk yang menganggur berkurang menjadi 7,35 juta orang, turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan posisi tiga bulan sebelumnya. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, merilis temuan ini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5 Februari 2026), yang menandai tren positif dalam penyerapan tenaga kerja nasional.
Struktur dan Dinamika Ketenagakerjaan
Secara keseluruhan, pasar kerja Indonesia menunjukkan sinyal menguat. Jumlah penduduk usia kerja pada November 2025 tercatat mencapai 218,85 juta, bertambah 861 ribu orang. Dari jumlah tersebut, mereka yang aktif secara ekonomi atau masuk dalam angkatan kerja juga meningkat signifikan menjadi 155,27 juta orang. Kabar baiknya, peningkatan angkatan kerja ini diiringi dengan penyerapan yang lebih baik. Jumlah penduduk yang bekerja naik menjadi 147,91 juta, artinya ada tambahan 1,37 juta orang yang memperoleh pekerjaan dalam periode tersebut.
Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan perkembangan ini. Dengan demikian jumlah orang yang menganggur mengalami penurunan,
jelasnya.
Kualitas Pekerjaan dan Status Pekerja
Analisis lebih dalam mengungkap pergeseran dalam struktur pekerjaan. Peningkatan jumlah pekerja tidak hanya terjadi secara kuantitas, tetapi juga menunjukkan perbaikan kualitas. Proporsi pekerja penuh mereka yang bekerja 35 jam atau lebih per minggu meningkat menjadi 67,94 persen, setara dengan sekitar 100,5 juta orang. Sementara itu, jumlah setengah pengangguran, yaitu pekerja dengan jam kerja kurang yang masih mencari pekerjaan lain, justru mengalami penurunan.
Dari sisi status pekerjaan, terjadi perubahan yang menarik. Jumlah penduduk bekerja yang berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai bertambah sekitar 625 ribu orang, menjadi 38,81 persen dari total pekerja. Peningkatan ini berjalan seiring dengan naiknya proporsi pekerja formal menjadi 42,30 persen. Di sisi lain, jumlah pekerja yang berusaha sendiri tercatat mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir.
Artikel Terkait
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025