Ledakan itu mengguncang SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, pada Selasa pagi. Sekitar pukul 10.30 WIB, suara keras memecah keheningan aktivitas sekolah. Kini, Densus 88 Antiteror telah mengamankan pelakunya. Yang mengejutkan, pelaku ternyata seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut.
Menurut sejumlah saksi, suasana sempat mencekam. Namun begitu, situasi kini telah terkendali berkat respons cepat aparat.
Dalam pengakuannya, pelaku disebut-sebut terpapar konten kekerasan. Tak hanya itu, ia juga aktif dalam sebuah komunitas daring bernama True Crime Community.
"Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,"
kata Jubir Densus 88 Antiteror, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana, Rabu (4/2).
Komunitas itu sendiri sebenarnya sudah masuk dalam radar Densus sejak akhir tahun lalu. Mereka khawatir, konten-konten yang beredar bisa mempengaruhi anak muda. True Crime Community, berdasarkan informasi dari Humas Polri, tumbuh liar tanpa struktur resmi. Mereka memanfaatkan ruang digital yang sifatnya lintas batas dan kerap menyajikan hal-hal sensasional.
Intinya, ini adalah kumpulan penggemar kisah kriminal nyata. Mulai dari kasus pembunuhan berdarah dingin, penipuan rumit, sampai misteri lama yang belum terpecahkan. Mereka berkumpul di mana-mana: YouTube, TikTok, Reddit, atau platform podcast.
Di sisi lain, BNPT punya data yang mengkhawatirkan. Komunitas semacam ini berpotensi mendorong remaja untuk bertindak ekstrem. Ingat kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu? Mirip. Motifnya seringkali sekadar ingin dianggap hebat, meniru apa yang mereka lihat.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti yang cukup mengerikan. Ada lima buah gas portable yang ditempeli petasan, paku, dan pisau. Lalu, enam botol berisi bahan bakar lengkap dengan sumbu kain bahan baku molotov. Satu bilah pisau juga turut diamankan.
Kasus ini jadi pengingat keras. Dunia digital punya sisi gelap yang bisa merasuki siapa saja, termasuk anak-anak yang masih mencari jati diri.
Artikel Terkait
Kiper Muda Berdarah Indonesia Jalani Trial di Atletico Madrid
Tilanga Natural Pool, Kolam Purba Toraja dengan Air Jernih dan Legenda Masapi
Anggota DPR Kritik Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK ke Versi Lama
BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Makassar Meski Cuaca Didominasi Berawan