Pearly Tan Pastikan Comeback di Malaysia Masters 2026 Usai Cedera Punggung

- Kamis, 07 Mei 2026 | 02:20 WIB
Pearly Tan Pastikan Comeback di Malaysia Masters 2026 Usai Cedera Punggung

Pebulu tangkis ganda putri Malaysia, Pearly Tan, dipastikan segera kembali merumput setelah hampir satu bulan menepi akibat cedera punggung. Pemain yang berpasangan dengan Thinaah Muralitharan itu menargetkan Malaysia Masters 2026, yang akan berlangsung pada 19 hingga 24 Mei mendatang, sebagai ajang comeback-nya. Kepastian ini sekaligus mengakhiri kekhawatiran publik setelah ia memutuskan mundur dari skuad Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark.

Cedera yang dialami Pearly Tan kambuh saat ia berlaga di Kejuaraan Asia di Ningbo, China, bulan lalu. Namun, dalam sesi latihan di Academy Badminton Malaysia, Bukit Kiara, Selasa (5/5/2026), pemain berusia 26 tahun itu memberikan kabar positif mengenai kondisinya. Ia memastikan saat ini dirinya telah memasuki tahap pemulihan.

“Saya telah mendapatkan perawatan yang sangat baik selama tiga minggu terakhir dan fokus sepenuhnya pada pemulihan,” ujar Pearly dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Pearly menjelaskan bahwa cedera yang ia alami kali ini tidak separah yang dibayangkan banyak orang. Meskipun sempat mengalami cedera punggung serius tiga tahun lalu, kali ini hanya terjadi robekan otot dengan sedikit gangguan ligamen. Kondisi tersebut tidak memerlukan tindakan operasi.

“Sekarang rasa sakitnya sudah hilang dan kondisi saya terus membaik. Saat ini saya fokus meningkatkan performa secara bertahap,” tambahnya.

Di sisi lain, Pearly dan Thinaah mendapatkan suntikan semangat di luar lapangan setelah resmi menjalin kemitraan komersial baru. Dukungan ini diharapkan menjadi modal tambahan bagi ganda putri peringkat dua dunia tersebut untuk tampil maksimal di turnamen BWF World Tour Super 500 nanti.

Selama masa absennya, Pearly mengaku terkesan dengan penampilan para juniornya di ajang Piala Uber. Ia memberikan pujian khusus kepada pasangan Low Zi Yu-Noraqilah Maisarah Ramdan yang secara mengejutkan mampu menumbangkan ganda peringkat tujuh dunia asal Jepang. Ia juga menyoroti performa gigih Ong Xin Yee-Carmen Ting yang berhasil merepotkan pasangan nomor satu dunia asal China.

“Saya senang melihat lebih banyak pasangan yang muncul karena memproduksi ganda putri yang berkualitas itu tidak mudah. Kompetisi yang sehat ini bagus untuk memacu semua orang melampaui batas kemampuan masing-masing,” pungkas Pearly.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar