Rusia kembali melancarkan serangan mematikan di Ukraina selatan hanya beberapa jam setelah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama dua hari. Kota Zaporizhzhia menjadi sasaran terbaru, dengan korban jiwa mencapai belasan orang.
Gubernur regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, mengonfirmasi bahwa sebanyak 12 orang tewas dalam serangan yang terjadi pada Selasa lalu. “Rusia telah merenggut nyawa 12 orang,” tulis Fedorov melalui kanal Telegram resminya.
Sebelumnya, Moskwa mengumumkan penghentian tembakan secara sepihak pada 8 hingga 9 Mei. Langkah itu diambil dalam rangka memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II. Namun, Rusia juga menyertakan ancaman tegas jika gencatan senjata tersebut dilanggar oleh pihak Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui aplikasi pesan MAX, menyatakan bahwa gencatan senjata diberlakukan berdasarkan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin. “Kami berharap pihak Ukraina akan mengikuti,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Di sisi lain, Rusia memperingatkan akan melancarkan serangan rudal besar-besaran ke Kyiv jika Ukraina melakukan pelanggaran. Warga sipil di ibu kota Ukraina bahkan telah diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi jika serangan tersebut benar-benar terjadi.
Rencana gencatan senjata ini pertama kali diusulkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin saat melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pekan lalu. Ukraina menyatakan akan meminta penjelasan lebih rinci dari Washington terkait tawaran tersebut sebelum mengambil sikap lebih lanjut.
Artikel Terkait
AC Milan Kalah Dramatis dari Atalanta, Posisi Empat Besar Serie A Terancam
Dukcapil Rincikan Ciri Fisik e-KTP Asli dan Cara Verifikasi untuk Cegah Pemalsuan
Polisi Amankan 321 Orang dalam Penggerebekan Markas Judi Online di Jakarta Barat, Usut Jaringan Hingga ke Atas
Brigjen Adex Yudiswan, Polisi Heroik Penggendong Bayi Korban Aviastar, Kini Jabat Direktur Siber Bareskrim