Jembatan dan Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Bandung Barat Ambles Akibat Hujan Deras

- Senin, 04 Mei 2026 | 23:00 WIB
Jembatan dan Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Bandung Barat Ambles Akibat Hujan Deras

Jembatan dan Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Bandung Barat Ambles Akibat Hujan Deras

BANDUNG BARAT Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Jumat sore, 1 Mei 2026, menyebabkan kerusakan parah pada akses jalan dan jembatan penghubung dua kecamatan, yakni Cikalongwetan dan Cipeundeuy. Insiden ini terjadi di Kampung Karya Bakti, tepatnya di perbatasan RT 01 dan RT 02 RW 03, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan.

Seorang warga setempat, Ipin (54), menuturkan bahwa peristiwa tersebut berlangsung saat hujan deras mengguyur kawasan itu sekitar pukul 16.00 WIB. Menurutnya, jembatan yang ambruk sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan berupa retakan.

“Ini kejadiannya Jumat kemarin waktu turun hujan deras, sekitar pukul empat sore,” ujar Ipin saat ditemui di lokasi, Senin (4/5/2026).

Akibat kerusakan tersebut, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh. Kondisi ini langsung dirasakan dampaknya oleh warga, khususnya para petani yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk distribusi hasil bumi.

Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, menjelaskan bahwa kerusakan mulai terlihat jelas setelah debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan tinggi. Air yang deras kemudian menggerus struktur jalan dan pondasi jembatan hingga akhirnya ambles.

“Untuk sementara waktu, kendaraan yang akan melintas harus beralih melewati jalan alternatif sebagai solusi darurat hingga jalur utama dapat dibuka kembali secara aman dan utuh,” kata Dadang.

Ia menambahkan bahwa jalur tersebut akan dibatasi, terutama bagi kendaraan bermuatan berat, demi menjaga keamanan konstruksi yang masih dalam tahap pemulihan. Jalur ini dinilai strategis karena menjadi penghubung utama antara Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, sekaligus menjadi akses distribusi hasil pertanian warga seperti palawija, buah-buahan, dan ketela pohon.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menyampaikan keprihatinannya. Ia mengapresiasi langkah cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dalam merencanakan perbaikan.

“Hasil penjelasan dari Dinas PUTR, pekerjaan pemulihan ditargetkan tuntas sepenuhnya pada rentang waktu Mei hingga Juni mendatang,” ucap Pither.

Ia pun mendorong agar proses penganggaran segera diprioritaskan sehingga perbaikan dapat direalisasikan tanpa hambatan berarti. Hingga berita ini diturunkan, warga masih mengandalkan jalur alternatif dan berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi kembali normal.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar