Bank Indonesia baru saja merilis data terbaru. Ternyata, di penghujung tahun 2025, ada tren penurunan suku bunga yang patut dicermati. Baik suku bunga kredit maupun simpanan berjangka tercatat lebih rendah dibandingkan posisi bulan November sebelumnya.
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, memaparkan rinciannya pada Jumat (23/1/2025).
"Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Desember 2025 sebesar 8,80 persen, menurun dibandingkan suku bunga kredit bulan sebelumnya sebesar 8,95 persen," jelasnya.
Begitu pula dengan suku bunga simpanan berjangka. Untuk tenor 3, 6, 12, dan 24 bulan, angkanya turun masing-masing ke 4,69 persen, 4,73 persen, 4,63 persen, dan 4,30 persen. Padahal di bulan sebelumnya, angka-angkanya masih bertengger di 4,72 persen, 5,03 persen, 4,82 persen, dan 4,33 persen. Hanya tenor 1 bulan yang agak bandel, naik tipis menjadi 4,31 persen.
Namun begitu, ceritanya berbeda soal penyaluran kredit. Justru di saat bunga turun, kredit yang disalurkan perbankan malah melesat. Pada Desember 2025, nilainya mencapai Rp8.448,1 triliun tumbuh 9,3 persen year-on-year. Angka ini jelas lebih tinggi ketimbang pertumbuhan di November yang hanya 7,9 persen.
Pertumbuhan itu datang dari dua sisi. Kredit ke debitur korporasi melonjak 14,6 persen, sementara kredit perorangan tumbuh lebih moderat di level 3,1 persen.
Kalau dilihat dari jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) menunjukkan perbaikan. Pertumbuhannya 4,4 persen, lebih baik dari bulan sebelumnya yang cuma 2,5 persen.
Ramdan menambahkan, "Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih dan Konstruksi."
Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) justru paling bersinar. Pertumbuhannya mencapai 20,5 persen, meningkat dari bulan sebelumnya. Sektor yang jadi penyokong utamanya adalah Pertanian, peternakan, Kehutanan & Perikanan, ditambah Industri Pengolahan.
Sementara untuk Kredit Konsumsi (KK), pertumbahan agak melambat jadi 6,4 persen. Meski begitu, perkembangan KPR dan Kredit Multiguna masih jadi pendorong utama di segmen ini.
Jadi, gambaran akhir 2025 ini menarik. Bunga turun, tapi minjamannya justru naik. Sebuah dinamika yang memberi sinyal tersendiri untuk perekonomian ke depan.
Artikel Terkait
24 Sekolah Siap Bertanding di Seri Perdana Okezone National Championship 2026
Sekjen ESDM Pastikan Stok Batu Bara Aman, Pasokan Listrik Terjamin
KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dirut PT Maktour Fuad Hasan Masyhur yang Masih di Arab Saudi
3.099 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Mahasiswa di Tiga Titik Jakarta Pusat