Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024. Pemeriksaan yang sedianya berlangsung pada 2 Juni 2026 itu batal karena yang bersangkutan masih berada di luar negeri.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengatur jadwal baru untuk pemeriksaan tersebut pada pekan depan. “Penyidik menjadwalkan ulang untuk pemeriksaannya pada pekan depan,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Budi, pihak Fuad telah menyatakan kesediaan untuk memenuhi panggilan penyidik pada kesempatan berikutnya. “Kami meyakini, saksi akan hadir dalam penjadwalan ulang tersebut,” kata dia.
Namun, hingga saat ini KPK belum merinci tanggal pasti pelaksanaan pemeriksaan ulang itu. “Untuk tanggal pastinya, kami akan update kembali nanti ya,” tambah Budi.
Ketidakhadiran Fuad pada panggilan pertama disebabkan oleh aktivitasnya di Arab Saudi. Budi mengungkapkan bahwa saksi masih berada di negara tersebut dalam rangka pelaksanaan ibadah haji. “Saksi masih berada di Arab Saudi dalam rangka pelaksanaan ibadah haji,” jelasnya.
Sebelumnya, Fuad telah mengirimkan konfirmasi bahwa dirinya belum bisa memenuhi panggilan penyidik pada tanggal yang telah ditentukan. “Dalam penjadwalan pemeriksaan hari ini, Saksi saudara FHM mengirimkan konfirmasi belum bisa memenuhi panggilan penyidik,” kata Budi.
Kasus dugaan korupsi kuota haji ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan salah satu ibadah tahunan yang diikuti jutaan warga negara Indonesia. KPK terus mengembangkan penyidikan dengan memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik penyimpangan alokasi kuota haji pada dua tahun terakhir.
Artikel Terkait
Sekjen ESDM Pastikan Stok Batu Bara Aman, Pasokan Listrik Terjamin
3.099 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Mahasiswa di Tiga Titik Jakarta Pusat
Polri Bekuk Buronan Interpol Asal Australia yang Diduga Pengendali Kartel Narkoba Internasional di Bandara Ngurah Rai
Dirut BTN Dorong Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan di Tengah Gaya Hidup Digital dan FOMO