Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Nixon LP Napitupulu, mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk semakin cermat mengelola keuangan di tengah derasnya arus perubahan gaya hidup dan pesatnya perkembangan digital. Seruan ini disampaikan dalam sebuah kuliah umum di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, yang juga menjadi momen penandatanganan nota kesepahaman antara BTN dan Unpad terkait pemanfaatan layanan perbankan. Kemitraan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara industri perbankan dan dunia pendidikan.
Menurut Nixon, kesadaran finansial di kalangan Generasi Z memang sudah cukup baik. Namun, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan kemampuan mengambil keputusan finansial yang tepat. Ia menekankan bahwa pemahaman semata tidak cukup tanpa diikuti oleh kebiasaan pengelolaan uang yang sehat.
“Banyak Gen Z yang sudah sadar finansial, tetapi tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Nixon di Gedung Rektorat Unpad, Jumat (12/6/2026).
Ia mengidentifikasi sejumlah fenomena gaya hidup yang perlu diwaspadai, seperti doom spending, fear of missing out (FOMO), fear of other people’s opinions (FOPO), hingga you only live once (YOLO). Menurutnya, semua itu harus diimbangi dengan pemahaman finansial yang kokoh. Selain itu, generasi muda juga diminta waspada terhadap aktivitas negatif seperti judi online yang dapat menggerus kesehatan keuangan.
Salah satu kunci pengelolaan keuangan yang disoroti Nixon adalah kemampuan membedakan utang produktif dan utang konsumtif. Ia menegaskan bahwa utang yang tepat justru dapat menjadi alat untuk membangun aset dan meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang. Sebaliknya, utang untuk konsumsi yang tidak memberikan nilai tambah hanya akan menjadi beban.
“Utang harus dihitung dengan cermat. Utang yang benar adalah ketika setelah lunas kita merasa lebih kaya karena memiliki aset yang nilainya meningkat. Jangan sampai mengambil utang untuk sesuatu yang habis sebentar, tetapi kewajibannya berjalan panjang. Misalnya utang untuk liburan satu minggu tapi cicilannya 5 tahun,” kata Nixon.
Ia mencontohkan kepemilikan rumah sebagai salah satu keputusan finansial jangka panjang yang ideal untuk dipersiapkan sejak dini. Kebutuhan hunian diprediksi terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kenaikan harga aset. “Inflasi pasti akan terjadi. Karena itu generasi muda perlu mulai merencanakan masa depan finansialnya, termasuk memiliki aset yang nilainya terus naik seperti rumah,” ujarnya.
Sementara itu, BTN terus bertransformasi menjadi lebih dari sekadar bank pembiayaan perumahan atau beyond mortgage. Langkah ini diwujudkan dengan menghadirkan layanan finansial yang lebih lengkap, mulai dari tabungan, transaksi digital melalui balé by BTN, hingga pembiayaan perumahan. Nixon menilai digitalisasi telah mengubah wajah industri perbankan secara fundamental.
“Dulu bank berada di belakang, sekarang bank ikut membangun ekosistem. Ke depan sektor keuangan dan sektor riil akan semakin menyatu karena digitalisasi,” ujar Nixon.
Melalui kerja sama dengan Unpad, BTN juga memperkuat pengembangan ekosistem kampus. Cakupan kolaborasi ini meliputi pemanfaatan layanan perbankan, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan pendidikan dan riset. Mahasiswa Unpad pun mendapat kesempatan untuk mengikuti program magang dan bergabung sebagai talenta BTN, termasuk melalui Officer Development Program (ODP).
“Kampus adalah salah satu ekosistem penting yang menunjang ekonomi bangsa. Hubungan antara kampus dan bank harus saling memberikan manfaat. BTN siap mendukung mulai dari layanan finansial, perumahan karyawan maupun dosen, magang, rekrutmen, hingga pengembangan pendidikan,” kata Nixon.
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kemitraan dengan BTN merupakan upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia praktis. “Kerja sama ini untuk mendukung apa yang bisa kami sumbangkan bagi dunia praktis. Bersama BTN, kolaborasi dilakukan mulai dari dukungan fasilitas, magang, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” ujar Arief.
Ke depan, BTN berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi lainnya. Langkah ini diambil untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan finansial yang kuat, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan.
Artikel Terkait
KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dirut PT Maktour Fuad Hasan Masyhur yang Masih di Arab Saudi
3.099 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Mahasiswa di Tiga Titik Jakarta Pusat
Polri Bekuk Buronan Interpol Asal Australia yang Diduga Pengendali Kartel Narkoba Internasional di Bandara Ngurah Rai
Pria di Ciracas Curi Motor Tetangga Kos, Tertangkap usai Videonya Viral di Medsos