Adopsi Galaxy AI di Asia Tenggara dan Oseania Melonjak 96 Persen

- Senin, 27 Juli 2026 | 08:06 WIB
Adopsi Galaxy AI di Asia Tenggara dan Oseania Melonjak 96 Persen

Samsung mencatat lonjakan signifikan dalam adopsi Galaxy AI di Asia Tenggara dan Oseania. Pengguna Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7 di kawasan ini meningkatkan penggunaan fitur kecerdasan buatan hingga 96 persen pada 2026, naik 84 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari pengalaman smartphone, bukan sekadar fitur tambahan.

CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, mengungkapkan hal tersebut dalam sesi roundtable di sela Galaxy Unpacked 2026 di London. Menurutnya, perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah ekspektasi konsumen. Jika dulu AI dianggap sebagai inovasi baru, kini pengguna mengharapkan teknologi itu mampu memahami kebutuhan personal mereka.

"Fase berikutnya dari AI bukanlah tentang menghadirkan lebih banyak fitur, tetapi tentang relevansi dengan kehidupan pengguna. Konsumen mengharapkan AI memahami gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka," ujar Kim.

Kim menjelaskan, Asia Tenggara dan Oseania menjadi pasar penting bagi Samsung karena didominasi generasi muda yang akrab dengan teknologi digital dan memiliki keragaman bahasa tinggi. Di kawasan ini, smartphone menjadi perangkat utama untuk mengakses layanan berbasis AI.

Circle to Search Jadi Fitur Favorit

Pengguna ponsel lipat Galaxy memanfaatkan AI dalam hampir seluruh aktivitas sehari-hari. Fitur yang paling sering digunakan antara lain Circle to Search untuk pencarian instan, Now Brief yang memberikan rangkuman personal, serta Photo Assist untuk mengedit foto.

Agar pengalaman AI lebih relevan, Samsung menghadirkan dukungan 22 bahasa di Galaxy AI, termasuk Bahasa Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Kim mengatakan dukungan bahasa itu terus disempurnakan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing pasar lokal.

Personalisasi AI tidak hanya bergantung pada kemampuan memahami bahasa. Pengalaman AI akan optimal ketika mampu mempelajari kebiasaan pengguna melalui interaksi lintas perangkat dalam ekosistem Galaxy. AI Samsung dirancang untuk bekerja terintegrasi di berbagai perangkat, mulai dari smartphone, Galaxy Buds, hingga perangkat rumah tangga dan layar pintar. Dengan begitu, AI dapat memberikan rekomendasi yang semakin personal seiring waktu.

"Ketika AI menjadi semakin personal dan proaktif, kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna menjadi hal yang sangat penting. Setiap pengalaman AI harus bermanfaat, aman, dan tetap dipandu oleh pengguna," kata Kim.

Samsung Perluas Kolaborasi AI Bersama Google

Samsung tidak lagi berfokus menghadirkan fitur AI sebagai kemampuan yang berdiri sendiri. Perusahaan kini lebih menitikberatkan pada pengembangan ekosistem agar pengalaman AI terasa menyatu di berbagai aplikasi dan perangkat. Karena itu, Samsung terus memperluas kolaborasi dengan Google untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih terintegrasi, seperti fitur Automation di Galaxy S26 Series.

Menurut Kim, perluasan ekosistem AI akan memberikan manfaat nyata karena AI dapat membantu berbagai aktivitas tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Di Indonesia, pengguna Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 paling sering memanfaatkan Circle to Search dan Note Assist, menunjukkan tingginya antusiasme konsumen dalam mengadopsi AI untuk kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Samsung meyakini pengalaman AI tidak lagi terbatas pada satu layar smartphone. AI akan hadir lebih luas, mendukung produktivitas, hiburan, kesehatan, hingga komunikasi. "Kami ingin mentransformasi pengalaman mobile secara mendasar agar menjadi lebih terhubung dan lebih bermakna bagi setiap pengguna," tutup Kim.

Samsung juga mengungkapkan respons pasar terhadap lini ponsel lipat terbaru sangat positif. Penjualan Galaxy Z Fold 7 di Asia Tenggara dan Oseania meningkat hampir 50 persen dibandingkan Galaxy Z Fold 6 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan optimistis Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 akan semakin mendorong adopsi AI mobile di kawasan tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags