Samsung Peringatkan Krisis Chip Memori Berlanjut hingga 2028

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:36 WIB
Samsung Peringatkan Krisis Chip Memori Berlanjut hingga 2028

Krisis pasokan chip memori global diprediksi akan semakin parah dan berlanjut hingga 2028. Peringatan ini disampaikan oleh Samsung, produsen chip memori terbesar di dunia, yang memasok sekitar sepertiga kebutuhan chip memori global.

Jaejune Kim, Executive Vice President of Memory Business Samsung, mengungkapkan bahwa kekurangan pasokan pada 2027 diperkirakan lebih buruk dibandingkan tahun ini, dan akan berlanjut hingga 2028. Kondisi ini berpotensi menurunkan pasokan chip untuk perangkat konsumen.

"Kekurangan pasokan pada tahun 2027 diperkirakan akan memburuk dibandingkan tahun ini, dan diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2028," ujar Jaejune dalam keterangan resminya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Samsung telah mengambil langkah antisipasi dengan menandatangani kesepakatan jangka panjang dengan sejumlah perusahaan. Kesepakatan ini memastikan pasokan chip untuk Samsung sebesar 60 hingga 70 persen dari total kapasitasnya selama lima tahun ke depan, termasuk pembayaran di muka dan penetapan harga di awal untuk melindungi risiko investasi modal.

Langkah ini diambil di tengah melonjaknya permintaan global untuk memori berkecepatan tinggi, seperti HBM4, SOCAMM2, dan SSD server, yang digunakan untuk pusat data AI. Harga rata-rata jual DRAM naik hingga pertengahan 40 persen, sementara NAND naik mendekati 70 persen dalam satu kuartal.

Berkat tingginya permintaan tersebut, divisi semikonduktor Samsung, Device Solutions, membukukan laba operasional sebesar 61,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.116 triliun pada kuartal kedua 2026. Angka ini meningkat lebih dari 250 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, di sisi lain, divisi mobile Samsung justru mencatat kerugian sebesar 700 miliar won atau sekitar Rp 8,7 triliun pada kuartal pertama 2026. Kondisi ini membuat Samsung lebih rentan terhadap fluktuasi harga memori dan keberlanjutan permintaan dari penyedia layanan cloud skala besar.

"Chip yang menguntungkan satu sisi Samsung kini merugikan sisi lainnya, membuat grup tersebut lebih rentan dari sebelumnya terhadap harga memori dan keberlanjutan permintaan dari penyedia layanan cloud skala besar," kata Josh Gilbert, analis di eToro.

Meski divisi mobile merugi, pendapatan Samsung Electronics secara keseluruhan meningkat 130 persen menjadi 171,5 triliun won pada kuartal kedua 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags