Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Senin (27/7/2026) tercatat belum bergerak. Produk dari Pertamina, Shell, Vivo Energy, dan BP masih dijual dengan harga yang sama sejak penyesuaian terakhir di awal Juli 2026.
Pertamina menjadi salah satu yang melakukan penurunan harga untuk sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamax kini dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000 per liter, dan Pertamax Turbo turun signifikan dari Rp29.750 menjadi Rp19.300 per liter. BBM diesel juga ikut turun: Pertamina Dex dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, sementara Dexlite dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.
Untuk jenis BBM subsidi, Pertamina memastikan tidak ada perubahan. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Di SPBU swasta, Shell menetapkan Shell V-Power Diesel sebesar Rp21.340 per liter, turun dari Rp24.490. Vivo Energy menurunkan harga Diesel Primus menjadi Rp21.340 per liter, sementara Revvo 92 dijual Rp16.670 dan Revvo 95 seharga Rp17.240 per liter. BP juga menyesuaikan harga: BP 92 menjadi Rp16.670 per liter, BP 95 Rp17.240, dan Ultimate Diesel Rp21.340 per liter.
Berikut daftar harga BBM per 27 Juli 2026:
Pertamina
- Pertalite (subsidi): Rp10.000 per liter
- Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
- Pertamax Green: Rp17.000 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Shell
- V-Power Diesel: Rp21.340 per liter
Vivo Energy
- Revvo 92: Rp16.670 per liter
- Revvo 95: Rp17.240 per liter
- Diesel Primus: Rp21.340 per liter
BP
- BP 92: Rp16.670 per liter
- BP Ultimate: Rp17.240 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp21.340 per liter
Artikel Terkait
Pertamina Perkuat Fondasi HSSE untuk Topang Ketahanan Energi Nasional
Praktik Pengoplosan LPG Subsidi ke Tabung Portable Mengancam Keselamatan Masyarakat
Andre Rosiade Pastikan Tak Ada Kelangkaan BBM di Sumbar, Antrean Akibat Gangguan Distribusi
Pertamina dan Pelita Air Buka Ruang Pemasaran bagi UMKM di Ketinggian 35.000 Kaki