Polda Metro Selidiki Kematian Pria yang Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

- Minggu, 26 Juli 2026 | 17:35 WIB
Polda Metro Selidiki Kematian Pria yang Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Sutrimo disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo sudah meninggal dunia saat tiba.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).

Budi menambahkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan menggelar penyelidikan untuk mendalami informasi dan rangkaian peristiwa tersebut. Penyidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa itu.

Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya almarhum, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami. “Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” tuturnya.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sebelumnya beredar laporan yang menyebut Sutrimo meninggal pada Kamis (23/7/2026). Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai penyebab kematiannya. Dalam laporan itu juga disebutkan keluarga mengaku belum menerima sejumlah barang pribadi korban, antara lain telepon seluler, dompet, kartu ATM, dan pakaian yang dikenakan.

Selain itu, laporan tersebut turut memuat keterangan saksi yang mengaitkan korban dengan dugaan perselisihan terkait proyek batu bara di Jambi. Namun, informasi tersebut masih sebatas klaim yang tercantum dalam laporan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags