Angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun drastis dalam sembilan bulan terakhir. Penurunan ini terkait erat dengan memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Berdasarkan survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Minggu, 26 Juli 2026, tingkat kepuasan terhadap Prabowo kini hanya 51,1 persen. Angka itu merosot tajam dibandingkan survei sebelumnya: pada November 2025 kepuasan mencapai 81,2 persen, lalu pada Maret 2026 turun menjadi 66,4 persen.
“Jadi, konsisten turunnya,” kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam keterangan pers. “Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.”
Di sisi lain, responden yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja presiden meningkat signifikan. Tingkat ketidakpuasan mencapai 46,9 persen, padahal pada November 2025 hanya 16 persen.
Survei bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” dilakukan SMRC pada 5–19 Juli 2026. Lembaga itu menyatakan margin of error survei sebesar 3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Artikel Terkait
Pemerintah Kucurkan Rp1,2 Triliun untuk Pembangunan Sumatera Barat dalam Dua Tahun
Tiga Kementerian dan Ombudsman Canangkan Gerakan Nasional Pelayanan Publik
PDIP Sepakat dengan Prabowo: Politik Hanya Soal Posisi
Prabowo Kembali ke Ekonomi Orde Lama?