ANTAM dan KLH Tanam 5.000 Bibit Mangrove Peringati Hari Mangrove Sedunia

- Minggu, 26 Juli 2026 | 18:48 WIB
ANTAM dan KLH Tanam 5.000 Bibit Mangrove Peringati Hari Mangrove Sedunia

PT ANTAM (Persero) Tbk bersama Kementerian Lingkungan Hidup menanam 5.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Aksi ini merupakan bagian dari program Gerak Hijau 2026 sekaligus perayaan HUT ke-58 ANTAM.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan, penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO. Dalam momentum itu, ANTAM bersama KLH melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

"Bersama Kementerian Lingkungan Hidup, serta disaksikan langsung oleh Bapak Wakil Menteri Lingkungan Hidup, ANTAM turut berkontribusi melalui penanaman 5.000 pohon mangrove. Kami percaya, menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat upaya penyerapan karbon untuk masa depan Indonesia," ujar Untung dalam acara Gerak Hijau 2026, Minggu (26/7).

Menurutnya, menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab perusahaan pertambangan atau pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui Gerak Hijau 2026, ANTAM ingin menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil.

"Hari ini kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan," tambahnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menilai Gerak Hijau 2026 semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia. "Dan yang membuat acara hari ini semakin bermakna, kita memperingati Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO. Bersama ANTAM, hari ini kita juga melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove," katanya.

Diaz menjelaskan, jika mangrove tumbuh dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang. Ekosistem mangrove berperan penting melindungi kawasan pesisir, menjadi habitat biota laut, menyerap karbon, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

"Saya berharap Gerak Hijau tidak berhenti sebagai sebuah acara tahunan. Tetapi menjadi sebuah gerakan. Gerakan untuk mengurangi sampah. Gerakan untuk menanam pohon. Gerakan untuk menghemat energi. Dan gerakan untuk semakin mencintai lingkungan. Kalau setiap orang melakukan satu aksi kecil setiap hari, bayangkan dampaknya ketika dilakukan oleh jutaan masyarakat Indonesia," katanya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags