Antam Bagikan Dividen Rp5,05 Triliun, Naik 38 Persen dari Tahun Sebelumnya

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20 WIB
Antam Bagikan Dividen Rp5,05 Triliun, Naik 38 Persen dari Tahun Sebelumnya

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam (ANTM) telah membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp5,05 triliun. Jumlah ini meningkat 38 persen dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang sebesar Rp3,65 triliun.

Pembayaran dividen dilakukan pada 10 Juli 2026, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Antam 2025. Dividen per saham yang dibagikan tercatat Rp209,98867, atau setara Rp1.049,94335 per CHESS Depository Interest (CDI) bagi pemegang CDI di Australian Securities Exchange (ASX). Satu unit CDI ekuivalen dengan lima saham biasa Seri B Antam.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyatakan, pembagian dividen ini menegaskan konsistensi perseroan dalam menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. "Total dividen yang dibagikan setara dengan 70 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk. Selain itu, pembagian dividen ini juga mencerminkan kontribusi nyata perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Mengacu pada prospektus penawaran umum, Antam berkomitmen membagikan dividen tunai minimal satu kali setiap tahun, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan tingkat kesehatan perseroan. Kebijakan dividen minimum ditetapkan sebesar 30 persen dari laba bersih setelah pajak, kecuali RUPS memutuskan lain.

Konsistensi ini menempatkan Antam sebagai salah satu emiten unggulan dalam Indeks IDX High Dividend20 Bursa Efek Indonesia. "Hal ini merefleksikan bahwa Antam membagikan dividen tunai secara konsisten selama tiga tahun terakhir, sekaligus menghadirkan tingkat dividend yield yang tinggi bagi para pemegang saham," kata Untung.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags