Mitsubishi Xforce HEV Diklaim Mampu Tempuh 1.000 Km Sekali Isi Bensin

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:36 WIB
Mitsubishi Xforce HEV Diklaim Mampu Tempuh 1.000 Km Sekali Isi Bensin

Mitsubishi Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle) diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar penuh. Klaim tersebut disampaikan PT Mitsubishi Motors Krama Sales Indonesia (MMKSI) saat peluncuran resmi model elektrifikasi anyarnya, mengacu pada hasil pengujian yang dilakukan oleh pembalap Rifat Sungkar.

Dalam cuplikan video perjalanan yang dibagikan, Rifat menempuh rute dari Jakarta menuju Bali dengan kombinasi jalan tol dan arteri. Ia menekankan bahwa efisiensi bahan bakar sangat bergantung pada perilaku berkendara. "Berdasarkan pengalaman menyetir 25 jam kemarin, secara penjelasan begini, mengenai efisiensi bahan bakar itu semua tergantung dari bagaimana behaviour berkendara," ujarnya saat peluncuran di Jakarta, Kamis (16/7).

Meski tidak merinci metode pengukuran konsumsi energi, Rifat menyebut angka efisiensi mengacu pada Multi Information Display (MID) kendaraan. Ia menambahkan, "Soal MID itu sifatnya tidak merekam seluruh perjalanan karena dia ada loop recording yang selalu berganti-ganti. Selama perjalanan kami, kombinasi jalan tol yang cukup panjang dan masuk Banyuwangi sudah berkelok jalannya selama berjam-jam."

Menurut Rifat, capaian tersebut berkat sistem hibrida generasi terbaru pada Xforce HEV. Ia membandingkan dengan Xpander HEV di Thailand, yang menggunakan transaxle 1-speed, sedangkan Xforce HEV sudah 2-speed. "Berdasarkan literatur yang kami pelajari, perbedaan Mitsubishi Xpander hybrid yang di sana (Thailand) dengan Xforce di sini adalah bagian transaxle yang sudah 2-speed. Kalau Xpander di sana masih 1-speed," jelasnya.

Xforce HEV mengusung mesin bensin 1.600 cc MIVEC siklus Atkinson berkode 4A92, yang menghasilkan tenaga 105,5 dk dan torsi 134 Nm. Mesin itu dipadukan dengan motor listrik penggerak berkekuatan 85 kW (114 dk) dan torsi 255 Nm. Rifat menjelaskan, "Kombinasi motor listrik yang efisien di horse power dan torsi besar saat putaran bawah itu akan mulai jatuh menuju kecepatan tinggi, saat itu juga akan digantikan mesin yang punya horse power dan torsi tinggi di putaran atas. Makanya bisa didapat segitu."

General Manager of Product Strategy Division MMKSI, Adam Rahman, menambahkan bahwa pabrikan telah melakukan peningkatan dan penyesuaian ulang teknologi hibrida pada Xforce HEV, meski secara konsep serupa dengan Xpander HEV di Thailand. "Secara teknis ini teknologi yang sama, hanya saja ini merupakan generasi ke-2 yang memiliki efisiensi bahan bakar dan performa lebih baik dari model sebelumnya. Tentu ini menjadi nilai lebih dari Xforce hybrid," ujarnya.

Sistem hibrida yang diusung merupakan jenis seri-paralel atau strong hybrid. Adam menjelaskan keunggulannya adalah perpindahan sistem antara sumber tenaga dari mesin bensin dan motor listrik penggerak yang sangat halus. "Sistem HEV pada new Xforce ini bekerja secara otomatis untuk memilih mode berkendara terbaik yang sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhannya, dengan begitu pengemudi dapat merasakan pengalaman berkendara yang terbaik," paparnya.

Sama seperti Xforce bermesin konvensional, versi HEV ini memiliki banyak driving mode, yaitu Normal, Wet, Tarmac, Gravel, Mud, serta tambahan fungsi Charge dan EV (Electric Vehicle). "Jadi seperti telah saya jelaskan, pengemudi tinggal memilih mode mana yang diinginkan pada kondisi tersebut. Walaupun secara teknologinya, teknologi ini akan memberikan pilihan mode yang paling sesuai dengan kondisi jalan tersebut," pungkas Adam.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags