Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan dua kapal tanker minyak meledak dan terbakar setelah mencoba melintasi Selat Hormuz. Insiden terjadi di jalur yang disebut sebagai area penuh ranjau di selatan selat tersebut.
IRGC memperingatkan bahwa jalur air itu kini "sepenuhnya tertutup" dan menyatakan tidak akan ada setetes pun minyak dan gas yang diizinkan keluar dari wilayah tersebut hingga serangan Amerika Serikat terhadap Iran berakhir. Pihaknya mendesak semua kapal untuk tidak "tertipu" memasuki koridor yang dipenuhi ranjau, karena akan membahayakan nyawa dan harta benda.
Pengumuman ini menyusul agresi AS yang berkelanjutan terhadap infrastruktur Iran dan janji Teheran untuk mempertahankan rezim maritimnya di Teluk.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Trump Desak Iran Menyerah, Teheran Balas dengan Ejekan
Iran Sebut Trump Berkhayal Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Iran Kunci Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Komitmen Nota Kesepahaman