FIFA secara resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, untuk memimpin laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada Minggu, 19 Juli 2026. Wasit berusia 46 tahun ini dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin, meskipun beberapa keputusannya kerap memicu perdebatan.
Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa integritas Vinčić dan timnya tidak perlu diragukan. Vinčić telah mengantongi lisensi FIFA sejak 2010 dan memimpin kasta tertinggi Liga Slovenia sejak 2007. Ia juga berpengalaman memimpin berbagai kompetisi besar, termasuk final Liga Champions UEFA 2024 antara Real Madrid dan Borussia Dortmund, serta final Liga Europa UEFA 2022.
Dalam perhelatan Piala Dunia, Vinčić telah memimpin total lima pertandingan. Pada edisi 2026, ia sukses mengawal laga Brasil vs Maroko, Yordania vs Aljazair, dan Meksiko vs Ekuador. Selain itu, ia juga menjadi wasit semifinal Euro 2024 antara Spanyol dan Prancis.
Catatan Historis dengan Kedua Finalis
Penunjukan Vinčić menghadirkan catatan tersendiri bagi Spanyol dan Argentina. Bagi Argentina, Vinčić adalah wasit yang memimpin laga pembuka Piala Dunia 2022 saat Argentina kalah 1-2 dari Arab Saudi. Di laga itu, ia memberikan penalti yang sukses dieksekusi Lionel Messi. Sementara itu, Spanyol memiliki rekor impresif karena belum pernah terkalahkan dalam setiap pertandingan yang dipimpin oleh Vinčić.
Kritik dan Pujian
Mayoritas komunitas sepak bola menilai Vinčić sebagai wasit yang adil, tetapi ia tidak lepas dari sorotan. Pada perempat final Liga Champions 2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid, ia menuai kritik keras dari kubu Madrid setelah memberikan kartu merah kepada Eduardo Camavinga karena dianggap menghalangi tendangan bebas cepat. Pemain seperti Jude Bellingham menyebut keputusan itu sebagai "lelucon" karena dinilai kurang menggunakan tenggang rasa di laga bertensi tinggi.
Di sisi lain, manajer kawakan Jose Mourinho pernah memuji performa Vinčić saat memimpin laga panas Turki antara Galatasaray vs Fenerbahce pada 2025. Mourinho menyebut kepemimpinannya sebagai "performa kelas atas" yang mampu mengontrol pertandingan besar dengan sangat baik.
Artikel Terkait
Prancis Bidik Perunggu Piala Dunia 2026 sebagai Kado Perpisahan untuk Didier Deschamps
Final Piala Dunia dalam Angka: Messi Satu Langkah Lagi Samai Rekor Cafu
Prancis vs Inggris Perebutkan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Siaran Langsung TVRI
Prediksi AI: Spanyol Unggul Tipis atas Argentina di Final Piala Dunia 2026