PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat pembiayaan sebesar Rp335 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 14,60 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu didorong oleh segmen konsumer dan ritel yang mendominasi portofolio perseroan.
Di tengah ekspansi pembiayaan, BSI juga konsisten mengembangkan portofolio berkelanjutan. Hingga Mei 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp77,06 triliun, atau sekitar 23 persen dari total pembiayaan. Sektor yang mendominasi antara lain UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati, produk ramah lingkungan, energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, dan kegiatan usaha lain yang mendukung transisi energi serta ekonomi rendah karbon.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengatakan, pembiayaan berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor yang berorientasi pada keberlanjutan. Hal ini sekaligus memperkuat kontribusi keuangan syariah terhadap target pembangunan berkelanjutan nasional.
"Pembiayaan berkelanjutan kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional," ujar Bob dalam keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Bob, penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian, lingkungan, dan masyarakat.
"Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia," tutupnya.
Artikel Terkait
BSI Catat Laba Bersih Rp4,16 Triliun di Semester I 2026, Ditopang Transformasi Digital
Kemnaker dan BSI Perluas Kerja Sama Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan
BSI Dorong Mahasiswa Baru UNPAD Kelola Keuangan dan Bangun Aset Sejak Dini
Volume Perdagangan Emas BSI Tembus 8 Ton, Nasabah Melonjak 700 Persen