Menperin Lepas 2.361 Lulusan Vokasi Industri, 63 Persen Sudah Terserap Kerja

- Jumat, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB
Menperin Lepas 2.361 Lulusan Vokasi Industri, 63 Persen Sudah Terserap Kerja

Kementerian Perindustrian melepas 2.361 siswa dari sembilan sekolah menengah kejuruan di bawah binaannya pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 63 persen atau 1.483 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri hingga Juli 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional. "Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," ujarnya pada kegiatan Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7/2026).

Agus menjelaskan, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Berdasarkan data BPS, pada triwulan I tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional. "Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten," kata dia.

Kegiatan bertema "Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan" ini menandai kelulusan siswa dari sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah dengan spesialisasi beragam, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika. Spesialisasi tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.

Menperin menambahkan, arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. Karena itu, keberadaan SDM industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut. "Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting," tuturnya.

Agus juga mengingatkan para lulusan untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja. "Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," kata Agus.

Penyelenggaraan pendidikan di SMK Kementerian Perindustrian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang kompeten dan siap kerja. Hal itu diwujudkan melalui penyelarasan kurikulum dengan standar kompetensi industri, pelaksanaan praktik kerja industri berbasis sistem ganda, penguatan teaching factory dan kelas industri, serta sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah diakui oleh dunia industri. "Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.

Menurutnya, BPSDMI akan terus mendampingi lulusan yang masih dalam proses pencarian kerja. "Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya, apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja," ujar Doddy.

Lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap di berbagai perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags