Kemenperin Lepas 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Serapan Kerja Capai 63,7 Persen

- Jumat, 17 Juli 2026 | 06:36 WIB
Kemenperin Lepas 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Serapan Kerja Capai 63,7 Persen

Kementerian Perindustrian melepas 2.369 siswa dari sembilan sekolah menengah kejuruan di bawah pembinaannya pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 63,7 persen atau 1.483 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri hingga Juli 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil. "Industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi kita dan terus menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data BPS, pada Triwulan I Tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional," ujarnya dalam acara pelepasan lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7).

Agus menambahkan, arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. "Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi," tegasnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah diakui dunia industri. "Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,70 persen dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.

BPSDMI akan terus mendampingi lulusan yang masih dalam proses pencarian kerja. "Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya, apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja," jelas Doddy.

Lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap di berbagai perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya.

Selain tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kemenperin juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1:10,7. Artinya, setiap satu kursi diperebutkan oleh sekitar 12 calon peserta didik.

Doddy menegaskan, tingginya animo masyarakat menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas pendidikan vokasi industri. "Untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi, BPSDMI akan terus memperkuat pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI. Langkah ini diarahkan untuk menjaga konsistensi mutu, meningkatkan tata kelola satuan pendidikan, serta memastikan setiap program pendidikan menghasilkan lulusan yang semakin kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags