Nike Absen di Final Piala Dunia 2026, Adidas Kuasai Panggung

- Jumat, 17 Juli 2026 | 03:06 WIB
Nike Absen di Final Piala Dunia 2026, Adidas Kuasai Panggung

Logo centang khas Nike dipastikan tidak akan terlihat di lapangan pada final Piala Dunia 2026. Argentina, yang menyingkirkan Inggris 2-0 di semifinal, akan bertemu Spanyol di partai puncak. Kedua tim tersebut menggunakan seragam buatan Adidas.

Adidas mensponsori total 14 tim nasional di turnamen ini. Sementara itu, dari 12 tim yang didukung Nike, tidak ada satu pun yang berhasil lolos ke final. Inggris dan Prancis, yang sama-sama menjadi semifinalis, juga merupakan bagian dari portofolio Nike.

Kedua raksasa pakaian olahraga itu telah mengeluarkan investasi besar-besaran untuk Piala Dunia. Namun, bagi Nike, kegagalan ini menjadi pukulan telak. Perusahaan sedang berupaya membalikkan penurunan pangsa pasar yang berlangsung bertahun-tahun. Gelaran Piala Dunia diharapkan menjadi momentum untuk mendongkrak penjualan dan visibilitas, tetapi kenyataan berkata lain.

Bahkan sebelum turnamen usai, prospek Nike sudah suram. Bulan lalu, CEO Elliott Hill mengisyaratkan bahwa strategi kebangkitan perusahaan menghadapi hambatan besar. Pelemahan di China dan prospek hati-hati menutupi catatan pendapatan kuartal keempat 2025 yang sedikit di atas ekspektasi. Saham Nike telah kehilangan hampir sepertiga nilainya tahun ini, menandakan investor kian tidak sabar.

“Ada isu yang lebih penting, seperti inovasi alas kaki, pengendalian inventaris, serta stabilisasi penjualan dan margin di China,” kata analis Morningstar David Swartz. “Adidas mendapat lebih banyak publisitas, tapi ya begitulah adanya,” lanjutnya.

Juru bicara Nike mengatakan perusahaan selalu menginginkan atlet dan mitra federasinya melaju sejauh mungkin, tetapi “visi kami untuk sepak bola tidak pernah terikat pada satu momen tertentu.” Sementara itu, Adidas menyebut final Piala Dunia sebagai “momen kebanggaan” bagi perusahaan, namun menolak merinci proyeksi penjualan.

Keuntungan Besar bagi Adidas

Di luar sponsor tim nasional, Nike meluncurkan dua sepatu bola Mercurial baru menjelang Piala Dunia, bekerja sama dengan desainer street-wear lokal, dan menyegarkan perlengkapan sepak bola di lebih dari 5.000 gerai Nike dan grosir di seluruh dunia. Kampanye bertajuk “Rip the Script” yang menampilkan ikon sepak bola dan selebritas, dari Kylian Mbappe hingga Kim Kardashian, berhasil meraih 1,5 miliar tayangan selama pekan pertama turnamen.

Saat kick-off, penjualan seragam tim nasional Nike terjual 2,5 kali lipat dibandingkan Piala Dunia Qatar 2022. Namun, Adidas yang merupakan sponsor resmi Piala Dunia menjadi “pemenang yang jelas” di pasar alas kaki dan pakaian olahraga, kata Drake MacFarlane, analis riset di M Science. Momentum yang lebih kuat di AS dan Eropa membantu Adidas merebut pangsa pasar dari Nike pada kuartal kedua. Permintaan Piala Dunia memang memberikan dorongan, tetapi perbaikan Adidas melampaui ajang ini, sementara Nike terus tertekan di Eropa.

Pangsa pasar alas kaki Adidas naik menjadi 19,2 persen pada Juni, dari 16,0 persen setahun sebelumnya. Sebaliknya, Nike terus kehilangan pangsa pasar, menurut data M Science. Pada April, eksekutif Adidas mengatakan perusahaan menerima pemesanan produk Piala Dunia sekitar 250 juta euro (sekitar Rp 4,4 triliun) pada kuartal pertama dan memperkirakan jumlah yang sama pada kuartal saat ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags