Polisi mengungkap motif mengejutkan di balik pembunuhan sadis terhadap seorang pria di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Korban, Gatot Tri Wahyu (53), ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya pada Rabu (15/7/2026) sore. Pelakunya adalah putri angkat korban, DM (19), yang dibantu oleh pacarnya, NJS (28).
Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, mengatakan pembunuhan itu direncanakan dengan matang dan dieksekusi pada Senin (13/7/2026). Motif DM didasari oleh akumulasi rasa sakit hati dan dendam pribadi. "Tersangka DM mengaku emosi karena hubungannya dengan NJS tidak direstui oleh korban. Selain itu, pelaku menyimpan dendam lama karena sejak kecil diasuh dengan keras dan kerap dimarahi. Begitu mengetahui dirinya hanya anak angkat, DM merencanakan pembunuhan ini bersama pacarnya," ujar AKP Sukaca, Kamis (16/7/2026).
Setelah melarikan diri, kedua pelaku berhasil ditangkap di wilayah Sidoarjo. Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Setiawan, menyatakan bahwa keduanya dijerat dengan pasal tentang pembunuhan berencana. "Ancaman hukuman maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau minimal pidana penjara 20 tahun," katanya.
NJS mengaku tergiur iming-iming uang yang dijanjikan DM setelah aksi mereka berhasil. Berdasarkan penyelidikan, pembunuhan berawal saat korban berdiri santai. DM membekap mulut ayah angkatnya dari belakang, lalu NJS menyergap dan membanting korban hingga terlentang. Dalam posisi tak berdaya, DM menghantam kepala korban berkali-kali dengan palu besi dan menusuk perutnya dengan pisau dapur hingga tewas.
Untuk menghilangkan jejak, malam harinya kedua pelaku menyeret jasad korban ke halaman belakang, menggali lubang, menguburnya, dan menutupinya dengan tumpukan genting serta dedaunan kering. DM bahkan berbohong kepada ibunya dengan mengatakan bahwa ayahnya sedang bekerja ke luar kota.
Namun, kecurigaan warga muncul setelah beberapa tetangga mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban pada hari Senin. Warga bersama perangkat desa menyisir area sekitar dan menemukan gundukan tanah tidak wajar yang ditutupi genting di halaman belakang. Saat dibongkar, mereka menemukan jasad Gatot yang sudah mulai membusuk. Kini kedua pelaku hanya bisa tertunduk lesu saat digiring ke ruang tahanan Mapolres Nganjuk.
Artikel Terkait
Putri Angkat dan Pacarnya Ditangkap, Tewaskan Ayah dengan Palu dan Pisau di Nganjuk
Pembunuh Wanita Tinggal Kerangka di Sukabumi Ditangkap, Pelaku Viralkan Video Evakuasi
Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan
Warga Lumajang Tewas Diserang Celurit Orang Tak Dikenal saat Tidur