Putri Angkat dan Pacarnya Ditangkap, Tewaskan Ayah dengan Palu dan Pisau di Nganjuk

- Jumat, 17 Juli 2026 | 01:00 WIB
Putri Angkat dan Pacarnya Ditangkap, Tewaskan Ayah dengan Palu dan Pisau di Nganjuk

Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang pria di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Korban, Gatot Tri Wahyu (53), ditemukan tewas mengenaskan dengan jasad terkubur di halaman belakang rumahnya pada Rabu (15/7/2026) sore. Ternyata, pembunuhan itu dilakukan oleh putri angkat korban berinisial DM (19) bersama pacarnya, NJS (28).

Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Setiawan, mengungkapkan bahwa kedua pelaku sempat melarikan diri ke Sidoarjo sebelum akhirnya berhasil ditangkap. "Akibat perbuatan sadisnya, kedua tersangka kami jerat dengan pasal tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau minimal pidana penjara 20 tahun," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menjelaskan motif di balik aksi nekat tersebut. DM mengaku sakit hati karena hubungannya dengan NJS tidak direstui oleh korban. Selain itu, ia menyimpan dendam karena sejak kecil diasuh dengan keras dan kerap dimarahi. "Begitu mengetahui dirinya hanya anak angkat, DM merencanakan pembunuhan ini bersama pacarnya," kata AKP Sukaca, Kamis (16/7/2026).

Tersangka NJS mengaku mau diajak membunuh calon mertuanya karena tergiur iming-iming uang yang dijanjikan DM. Pembunuhan yang sudah direncanakan matang itu dieksekusi pada Senin (13/7/2026). Saat korban berdiri santai, DM membekap mulut ayah angkatnya dari belakang. NJS langsung menyergap, menyerang, dan membanting tubuh korban hingga terlentang. Dalam posisi tak berdaya, DM menghantam kepala korban berkali-kali dengan palu besi, lalu menusuk perutnya dengan pisau dapur hingga tewas.

Untuk menghilangkan jejak, malam harinya kedua pelaku menyeret jasad korban ke halaman belakang rumah, menggali lubang, dan menguburnya. Gundukan tanah baru itu mereka samarkan dengan tumpukan genting dan dedaunan kering. Siasat DM sempat berjalan mulus. Bahkan, saat ibu korban menanyakan keberadaan suaminya, DM dengan santai berbohong bahwa ayahnya sedang pergi bekerja ke luar kota.

Namun, pelarian itu runtuh setelah warga menaruh curiga. Pada hari Senin, beberapa tetangga sempat mendengar suara teriakan minta tolong dari arah rumah korban sebelum Gatot menghilang. Didorong rasa penasaran, warga bersama perangkat desa menyisir area sekitar rumah dan menemukan gundukan tanah tidak wajar yang ditutupi genting di halaman belakang. Saat dibongkar, mereka syok menemukan jasad Gatot yang sudah mulai membusuk.

Kini, kedua pelaku hanya bisa tertunduk lesu saat digiring ke ruang tahanan Mapolres Nganjuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatan biadab mereka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags