Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Fokus pada Pertahanan Negara

- Rabu, 15 Juli 2026 | 23:35 WIB
Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Fokus pada Pertahanan Negara

Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat di tengah gelombang serangan baru yang dilancarkan Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus pada pertahanan negara.

"Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara," kata Baghaei, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan AS yang menargetkan sejumlah lokasi di Teheran. Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Ia meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal.

"Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.

Ia menambahkan, Iran hanya akan menghormati komitmen internasionalnya jika AS melakukan hal yang sama. Iran membatalkan komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) setelah AS gagal memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sementara tersebut.

"Komitmen kami tetap berlaku hanya selama pihak lain memenuhi janji mereka," kata dia. "Setelah pihak lain melanggar kewajibannya, kami juga menahan diri untuk tidak melaksanakan kewajiban kami di area mana pun yang diharuskan."

Sebelumnya, militer AS menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) meluncurkan amunisi presisi yang menyasar sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb.

"Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Pulau Greater Tunb adalah salah satu pulau kecil di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Pulau ini disebut sebagai "benteng pertahanan" Iran oleh sejumlah peneliti. Serangan dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat dan berakhir pukul 07.30 pagi. Militer AS juga merilis video yang menunjukkan pencitraan termal dari serangan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS terbaru. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Hossein Kermanpour, mengatakan korban luka mencakup setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak. "Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags