Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran, yang menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan amunisi presisi diluncurkan ke sistem pertahanan pantai serta tempat penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb.
"Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip CNN, Rabu (15/7/2026). Pulau Greater Tunb merupakan salah satu pulau kecil di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz, yang sebelumnya disebut sebagai "benteng pertahanan" Iran oleh seorang peneliti.
Serangan dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat dan berakhir pukul 07.30 pagi. CENTCOM juga merilis video yang tampaknya menunjukkan pencitraan termal dari operasi tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS kali ini. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Hossein Kermanpour, menyebutkan korban luka mencakup setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak.
Artikel Terkait
Trump Batalkan Tarif 20% untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Tentara Israel Divonis 5 Tahun Penjara karena Jadi Mata-mata Iran
Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Houthi Ancam Jalur Pelayaran Global
Rupiah Menguat ke Rp18.068 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik Iran-AS