Trump Umumkan Tarif 20% untuk Kargo yang Melintasi Selat Hormuz saat Blokade

- Selasa, 14 Juli 2026 | 20:55 WIB
Trump Umumkan Tarif 20% untuk Kargo yang Melintasi Selat Hormuz saat Blokade

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pengenaan tarif hingga 20% bagi setiap kargo yang melintasi Selat Hormuz ketika blokade Angkatan Laut AS mulai berlaku. Pernyataan itu langsung menuai kritik dan ejekan dari sejumlah pemimpin negara lain.

Joint Maritime Information Centre (JMIC) yang dipimpin Angkatan Laut AS menyatakan blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran akan dimulai pukul 20.00 GMT pada 14 Juli, atau pukul 03.00 WIB pada 15 Juli waktu Indonesia. Keputusan ini telah mendapat persetujuan dari Trump.

Blokade mencakup seluruh wilayah pesisir selatan Iran, termasuk pelabuhan dan terminal minyak. JMIC menegaskan langkah ini tidak akan menghambat pelayaran kapal netral yang melintasi Selat Hormuz menuju atau dari tujuan non-Iran. Pengiriman bantuan kemanusiaan juga tetap diizinkan setelah melalui pemeriksaan.

Kapal-kapal yang membantu kapal lain menghindari blokade dengan melakukan transfer muatan antarkapal akan dicurigai bekerja sama dengan Iran dan dikenai pemeriksaan di atas kapal. Aturan tersebut mencakup tindakan pelumpuhan hingga serangan yang bersifat menghancurkan terhadap kapal yang tidak mematuhi perintah pasukan blokade.

"Selat Hormuz terbuka dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali blokade Iran," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/7).

Trump menambahkan bahwa tarif 20% itu diberlakukan sebagai kompensasi atas kerja militer AS dalam mengamankan Selat Hormuz dari pasukan Iran. "AS... akan mendapatkan penggantian biaya, sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk segala biaya yang diperlukan guna menjamin keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan konflik ini," ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags