Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengancam akan membalas dendam atas kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei. Ancaman itu disampaikan dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi nasional, sehari setelah pemakaman Khamenei di Mashhad.
"Pembalasan dendam adalah tuntutan negara dan itu pastinya harus terjadi," ujar Mojtaba dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters.
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat yang dibantu Israel pada 28 Februari 2026. Serangan itu memicu eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah. Sejak peristiwa tersebut dan diangkat menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba tak pernah muncul di hadapan publik.
Beberapa saat menjelang pemakaman Khamenei, Iran melancarkan serangan ke berbagai fasilitas infrastruktur militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Iran menyebut tindakan itu sebagai balasan atas serangan AS ke beberapa wilayah negaranya pada pekan itu. AS sendiri melancarkan serangan ke Iran setelah Teheran menyerbu tiga kapal di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
AS Desak Iran Akui Kesalahan dan Hentikan Serangan di Selat Hormuz
Iran Tolak Negosiasi dengan AS Sebelum Penarikan dari Lebanon dan Selat Hormuz
Iran Kuburkan Khamenei di Tengah Ketegangan dengan AS dan Bayang-bayang Perang
Pemimpin Tertinggi Iran Berjanji Balas Dendam atas Kematian Ayahnya