Sebanyak 24 siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memulai tahun ajaran baru dengan kondisi darurat. Atap dua ruangan sekolah ambruk dalam rentang waktu empat bulan terakhir, memaksa mereka belajar bergantian dan sebagian di musala.
Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, mengungkapkan atap ruang guru dan kepala sekolah ambruk pada Januari lalu. Diduga karena bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. "Dimakan rayap atapnya itu. Alhamdulillahnya kejadiannya malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7).
Empat bulan berselang, tepatnya April 2026, ruang kelas 6 mengalami nasib serupa. Ruangan itu pun tak lagi layak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. "Ruang kelas enam, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," jelas Juwariyah.
Demi keamanan, Juwariyah memutuskan mengosongkan ruang kelas 4 dan 5. Ia khawatir kejadian serupa terulang saat siswa sedang belajar. "Mulai tahun ajaran ini sudah ndak ditempati. Setelah ambrolnya yang kedua itu, terus tahun ajaran baru ini tak suruh ngosongke saja. Saya ndak mau berurusan dengan nyawa," ungkapnya.
Kini, satu ruang kelas digunakan bergantian untuk kelas 1 dan 2. Siswa kelas 1 belajar pukul 07.00 hingga 09.15 WIB, dilanjutkan kelas 2 hingga siang. Satu ruang lainnya disekat triplek untuk kelas 3 dan 4. "Jadi yang sebelah sana menghadap barat, yang satu menghadap timur, sing (sekatnya) pakai triplek, bisa digeser, bisa diangkat," kata Juwariyah.
Siswa kelas 5 terpaksa belajar di musala, sementara kelas 6 mendapat prioritas satu ruang penuh karena akan menghadapi ujian akhir. Ruang guru dan kepala sekolah dipindahkan ke perpustakaan. "Siswa kelas limanya tak taruh di musala. Terus ruang guru dan kepala sekolah tak tempatkan di perpustakaan," imbuhnya.
Meski dalam kondisi serba terbatas, sekolah ini tetap diminati calon siswa baru. Tahun ini, 24 anak tercatat mendaftar. "Kelas satu sekarang 24 anak. Ini masih MPLS sampai besok, tiga hari," ungkap Juwariyah.
Pihak sekolah telah mengajukan permohonan perbaikan ke instansi terkait. Juwariyah berharap perbaikan segera terealisasi agar siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman. "Sudah (mengajukan perbaikan). Katanya ada dari revit pusat, tapi masih menunggu. Selain itu, kemarin diminta dan hari ini sudah mengumpulkan proposal sama foto-foto juga, insyaallah segera secepatnya (ada perbaikan)," katanya.
Artikel Terkait
Atap Pusat Bimbingan Belajar di Lahore Ambruk, 14 Anak Tewas
Mobil Pengacara Dirusak saat Dampingi Sidang Cerai di Grobogan, Diduga Disiram Cairan Kimia