Pemecatan Massal Sopir Truk Tangki Picu Kelangkaan BBM, Pemprov Sumut Gandeng TNI-Polri

- Rabu, 15 Juli 2026 | 01:40 WIB
Pemecatan Massal Sopir Truk Tangki Picu Kelangkaan BBM, Pemprov Sumut Gandeng TNI-Polri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah darurat dengan menggandeng TNI dan Polri untuk mengatasi gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang melumpuhkan aktivitas warga. Kelangkaan di sejumlah SPBU dipicu oleh pemecatan massal sopir truk tangki yang membuat armada pengangkut tidak bisa beroperasi maksimal.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pihaknya telah meminta kesediaan personel TNI dan Polri untuk disiagakan membantu proses distribusi. Mereka akan bertugas sebagai pengemudi cadangan maupun mengamankan armada truk tangki jika situasi mendesak.

"Kami sudah meminta kepada Pak Kapolda dan Pangdam, jika memang dibutuhkan, personel TNI dan Polri disiapkan untuk membantu menyetir armada truk tangki BBM tersebut. Pemprov Sumut siap memberikan dukungan penuh agar gangguan distribusi ini tidak berlarut-larut," ujar Bobby Nasution, Selasa (14/7/2026).

Meski siap membantu di lapangan, Bobby menegaskan urusan rekrutmen dan pemberhentian massal pengemudi sepenuhnya merupakan ranah internal Pertamina serta vendor terkait. Namun, ia menyayangkan lambatnya informasi dari Pertamina mengenai potensi mogok distribusi kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, jika Pemprov Sumut menerima laporan sejak dini, langkah antisipasi dan koordinasi pengamanan pasokan bisa dilakukan lebih cepat sebelum terjadi antrean panjang di SPBU. Bobby mengimbau masyarakat tidak panik dan melakukan panic buying. Ia menjamin pasokan BBM dari luar daerah tetap normal dan stok yang ada mencukupi kebutuhan harian.

Bobby memastikan kelangkaan yang terjadi bukan karena pasokan menipis, melainkan gangguan pada jalur distribusi. Berdasarkan laporan Pertamina, kendala utama ada pada proses pengantaran dari depot penyimpanan ke SPBU karena berkurangnya jumlah pengemudi akibat kebijakan pemberhentian massal.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags