Tentara Israel Divonis 5 Tahun Penjara karena Jadi Mata-mata Iran

- Rabu, 15 Juli 2026 | 18:30 WIB
Tentara Israel Divonis 5 Tahun Penjara karena Jadi Mata-mata Iran

Seorang tentara Israel yang tengah menjalani wajib militer dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan militer setelah terbukti menjadi mata-mata untuk Iran. Ia dinyatakan bersalah melakukan aktivitas spionase dan menjalin kontak dengan agen asing.

Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa personelnya tersebut memberikan informasi yang dapat menguntungkan musuh. Kasus ini bermula dari penyelidikan gabungan Polisi Militer, Kepolisian Israel, dan dinas keamanan Shin Bet.

Hukuman yang dijatuhkan mempertimbangkan fakta bahwa tentara itu tidak memberikan informasi intelijen militer. Ia juga disebutkan telah memutus kontak dan melaporkan kejadian tersebut kepada komandannya.

Menurut pernyataan IDF, pada tahun 2025 tentara tersebut menerima pesan melalui Telegram dari sejumlah individu, beberapa di antaranya terkait dengan Iran. Pesan-pesan itu berisi tawaran pekerjaan. Salah satu individu asal Iran menawarkan uang sebagai imbalan untuk berbagai tugas fotografi.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa tentara itu telah mengirimkan dua video kepada individu asal Iran tersebut. Video-video itu memperlihatkan peristiwa pencegatan rudal yang direkam di lokasi sipil, bukan pangkalan militer, selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025. Ia kemudian menerima pembayaran untuk salah satu video yang dikirimkannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags