Universitas Riau (UNRI) akhirnya angkat bicara terkait kematian dr. Alex Cristo Loris, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ditemukan tewas di area semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau. Jenazah Alex ditemukan pada Selasa (14/7) setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @fkunri_official, Rabu (15/7), UNRI menyampaikan duka cita mendalam. "Atas nama pimpinan Universitas Riau, Fakultas Kedokteran dan seluruh civitas akademika menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan," tulis pernyataan tersebut.
UNRI membenarkan bahwa Alex adalah mahasiswa PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif semester 3 yang sedang menjalani stase luar kota di RSUD Tengku Rafian. Pihak universitas juga merinci kronologi penanganan kasus ini.
Alex dilaporkan hilang kontak pada Senin (13/7) pukul 18.20 WIB. Tim yang terdiri dari PPDS, koas, dan security langsung melakukan pencarian. Pukul 21.30 WIB, chief residen anestesi yang bertugas di RSUD Tengku Rafian menghubungi dokter supervisor dan chief residen di RS Pendidikan Utama.
Upaya pelacakan melalui aplikasi "Find My iPhone" dilakukan mulai pukul 22.00 WIB pada hari yang sama hingga pukul 07.30 WIB keesokan harinya, namun belum membuahkan hasil. Dokter supervisor pun berencana melapor ke polisi.
Pada Selasa (14/7) pukul 11.30 WIB, security RSUD Tengku Rafian menemukan jenazah Alex di samping rumah sakit. Fakultas Kedokteran UNRI kemudian berkoordinasi dengan program studi dan pihak RSUD. Jenazah diputuskan untuk menjalani pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Polda Riau. Autopsi berjalan lancar.
UNRI juga memfasilitasi keluarga dalam pemulasaran dan transportasi jenazah menuju rumah duka di Bagan Batu, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau. Perwakilan civitas akademika telah melakukan kunjungan ke rumah duka.
Artikel Terkait
Dokter Residen Anestesi Ditemukan Tewas di Samping Pagar RSUD Siak