Saham Teknologi Tertekan, Wall Street Ditutup Melemah

- Jumat, 17 Juli 2026 | 06:18 WIB
Saham Teknologi Tertekan, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks utama Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (16/7), dipimpin oleh pelemahan saham-saham sektor chip yang membebani Nasdaq dan S&P 500. Pelemahan terjadi meskipun data ekonomi AS menunjukkan kinerja positif dan musim laporan keuangan kuartal II dimulai dengan hasil solid.

Dow Jones Industrial Average turun 105,32 poin atau 0,20 persen ke 52.553,32. S&P 500 melemah 38,63 poin atau 0,51 persen menjadi 7.533,77, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 387,28 poin atau 1,47 persen ke posisi 25.881,95.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor teknologi mencatat penurunan terbesar dengan melemah 1,8 persen. Pelemahan itu didorong oleh anjloknya indeks saham semikonduktor sebesar 4,3 persen. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan saham chip semakin menentukan arah indeks utama, terutama Nasdaq yang didominasi saham teknologi.

“Hal ini murni disebabkan oleh besarnya bobot saham chip di dalam S&P 500. Tiga atau empat tahun lalu bobotnya sekitar 8 persen, sekarang sudah lebih dari 20 persen. Jika melihat sektor pasar lainnya, sebenarnya kondisinya baik-baik saja,” ujar Senior Wealth Advisor & Market Strategist Murphy & Sylvest, Paul Nolte.

Pelemahan saham chip tetap terjadi meskipun Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) membukukan lonjakan laba kuartalan sebesar 77 persen. Saham TSMC yang diperdagangkan di AS tetap turun 2,3 persen. Kondisi ini mencerminkan tingginya ekspektasi investor terhadap sektor yang telah melonjak hampir 70 persen sejak awal tahun.

Produsen chip memori menjadi kelompok dengan pelemahan terdalam. Saham SanDisk, Western Digital, Seagate Technology, dan Intel masing-masing turun antara 5,8 persen hingga 12,6 persen.

“Volatilitas yang sangat tinggi ini tentu membuat investor ritel khawatir ketika melihat nilai portofolionya berfluktuasi tajam. Namun, sejumlah sektor di luar teknologi justru mencatat kinerja yang baik, sehingga kondisi pasar saat ini sangat beragam,” kata Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey.

Penurunan Dow Jones tertahan oleh kenaikan saham UnitedHealth Group sebesar 1,2 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang melampaui ekspektasi dan menaikkan proyeksi kinerja untuk 2026. S&P 500 Health Care menguat 2,2 persen. Sementara itu, saham United Airlines turun 1,8 persen setelah lonjakan harga minyak menekan prospek kinerja, dan GE Aerospace melemah 4,1 persen meski meningkatkan proyeksi laba tahun 2026.

Analis menetapkan ekspektasi tinggi terhadap musim laporan keuangan kuartal II. Secara agregat, laba emiten anggota S&P 500 diperkirakan tumbuh 24,8 persen secara tahunan. Khusus sektor teknologi, laba diproyeksikan melonjak 65,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Ekonomi Beragam

Serangkaian data ekonomi AS yang dirilis pada Kamis menunjukkan penjualan ritel inti tetap solid, klaim tunjangan pengangguran menurun, dan aktivitas manufaktur di kawasan timur laut meningkat tajam. Di sisi lain, data sektor perumahan menunjukkan pelemahan. Penjualan rumah yang masih dalam proses transaksi turun lebih besar dari proyeksi, sementara sentimen pengembang perumahan memburuk akibat tingginya biaya pinjaman dan daya beli masyarakat yang masih tertekan.

AS dan Iran kembali melanjutkan saling serang melalui serangan udara, memperpanjang eskalasi konflik yang telah berlangsung selama sepekan dan menghapus efek gencatan senjata yang dicapai bulan lalu. Meski demikian, pembebasan seorang warga negara AS oleh Iran memberi sinyal masih terbuka ruang diplomasi untuk mencegah perang berskala penuh.

Di Bursa Efek New York, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang naik dengan rasio 1,08 banding 1. Tercatat 351 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 pekan, sedangkan 170 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 1.817 saham menguat dan 2.979 saham melemah, dengan rasio 1,64 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 42 saham di level tertinggi baru dan dua saham di level terendah baru. Nasdaq Composite membukukan 197 saham di level tertinggi baru dan 155 saham di level terendah baru. Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 17,19 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume harian sebesar 21,19 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags