Seorang ibu dua anak di Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus berjuang sendiri menghidupi buah hatinya setelah dicerai talak tiga oleh suaminya melalui pesan WhatsApp. Perempuan yang akrab disapa Ummi Firza itu sehari-hari berjualan bakpau keliling, sementara kedua putrinya menunggu di rumah kontrakan yang kerap bocor saat hujan.
"Ummi di mana? Aku lapar," begitu pesan yang kerap dikirim putrinya ketika Ummi Firza belum pulang berjualan. Sang suami, menurut pengakuan Ummi Firza, telah menceraikannya lewat WA dengan alasan ingin kembali ke teman lamanya. Sejak itu, mantan suami tidak lagi memberikan nafkah untuk anak-anak mereka.
Meski menjalani hidup keras, Ummi Firza dan para perempuan bercadar yang hijrah dan istiqomah ini jarang mengeluh kepada tetangga. "Mungkin lantaran malu," tulis akun Instagram Abi Fatimah Fahira yang menceritakan kisahnya. Terkadang tetangga mengira mereka sudah mendapat bantuan dari komunitas, padahal tidak. Persoalan semakin pelik karena status mereka sebagai pengontrak dengan KTP non-warga setempat, sehingga sulit diusulkan untuk mendapatkan bantuan pemerintah.
Abi Fatimah Fahira, seorang konten kreator, disebut fokus menyalurkan bantuan kepada ibu-ibu single parent seperti Ummi Firza yang tengah diuji dengan kekurangan. Kisah ini menjadi pengingat akan kerasnya kehidupan di balik cadar yang kadang tak terlihat oleh lingkungan sekitar.