Presiden Terpilih Kolombia Berencana Buka Kedutaan di Yerusalem, Pulihkan Hubungan dengan Israel

- Jumat, 17 Juli 2026 | 02:12 WIB
Presiden Terpilih Kolombia Berencana Buka Kedutaan di Yerusalem, Pulihkan Hubungan dengan Israel

Presiden terpilih Kolombia yang berhaluan kanan garis keras berencana membuka kedutaan di Yerusalem sebagai langkah memulihkan hubungan dengan Israel yang sempat terputus di era pemerintahan Gustavo Petro.

Abelardo de la Espriella memenangkan pemilihan presiden putaran kedua bulan lalu dengan selisih kurang dari satu persen. Ia telah berjanji untuk menindak kelompok bersenjata di Kolombia, sebagian dengan membentuk aliansi militer bersama Amerika Serikat dan Israel.

Pada 2024, Presiden Gustavo Petro yang berhaluan kiri memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel salah satu mitra keamanan utama Kolombia sebagai protes atas serangan Israel di Jalur Gaza.

De la Espriella, yang didukung Presiden AS Donald Trump, akan dilantik pada 7 Agustus. Kantornya menyatakan bahwa pemerintahan yang akan datang tengah melanjutkan "pembukaan Kedutaan Besar Kolombia di Yerusalem, ibu kota Israel."

Israel menganggap Yerusalem, termasuk bagian timur yang diduduki, sebagai ibu kotanya. Namun, klaim ini tidak diakui secara internasional, dan sebagian besar negara menjalankan misi diplomatik mereka dari Tel Aviv. Amerika Serikat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 2018, saat masa jabatan pertama Trump.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.