Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) mengambil sikap tegas dengan melarang asisten wasit video (VAR) meninjau aksi simulasi atau akting pemain. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 17 Juli 2026, dan membatasi penerapan aturan baru Dewan Federasi Sepak Bola Internasional (IFAB) hanya pada kasus faktual.
Menurut UEFA, kesalahan identitas pemain merupakan keputusan faktual sehingga wasit tidak perlu memantau monitor. Sebaliknya, penilaian terhadap simulasi bersifat subjektif dan tidak boleh diintervensi VAR. Kebijakan ini bertolak belakang dengan mekanisme yang diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Aturan intervensi VAR untuk simulasi sebelumnya memicu kontroversi saat diterapkan dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Argentina. Insiden tersebut berujung pada pengusiran penyerang Swiss, Breel Embolo.
Banyak liga domestik khawatir aturan baru IFAB bisa memicu kekacauan jika setiap kartu kuning ditinjau ulang. Mereka diprediksi akan mengikuti langkah UEFA demi menjaga stabilitas permainan. Selain membatasi kasus simulasi, UEFA juga menolak opsi intervensi VAR untuk kartu merah terkait pemain yang menutupi mulut saat konfrontasi. Kepala wasit dari 54 negara anggota dijadwalkan segera membahas penggunaan teknologi ini lebih lanjut.
Artikel Terkait
FIFA Terancam Langgar Aturan IFAB dengan Konser 30 Menit di Jeda Final Piala Dunia 2026
Oposisi Mulai Terbentuk di Eropa Hadapi Infantino pada Pemilihan Presiden FIFA 2027
UEFA Kecam FIFA yang Tangguhkan Skorsing Kartu Merah Balogun
FIFA Batalkan Perubahan Aturan Lempar Koin di Adu Penalti Piala Dunia 2026