Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) melontarkan kecaman keras terhadap keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah untuk penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun. Langkah ini membuat Balogun dipastikan bisa bermain saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada laga babak 32 besar, 2 Juli lalu. FIFA kemudian secara mengejutkan memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut, sehingga sang pemain terbebas dari larangan bertanding yang seharusnya berlaku otomatis pada laga berikutnya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (6/7), UEFA menilai FIFA telah mengambil tindakan yang melampaui kewenangan regulasi. "Keputusan untuk menangguhkan sementara selama satu tahun skorsing satu pertandingan setelah kartu merah yang diberikan kepada Folarin Balogun telah melewati batas," demikian bunyi pernyataan UEFA.
"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada aturan, yang merupakan dasar untuk kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan terbuka untuk diinterpretasikan, dalam kasus ini tidak," lanjut pernyataan tersebut.
UEFA menegaskan bahwa prinsip kepastian aturan tidak boleh dikecualikan, apalagi di tengah turnamen. "Ini adalah prinsip yang tertanam dalam peraturan, yang tidak dapat pengecualian, apalagi di tengah turnamen, di mana beberapa pemain lain telah berada dalam situasi yang sama dan secara teratur menjalani skorsing mereka," tulis UEFA.
Dampak Terhadap Integritas Kompetisi
Menurut UEFA, langkah FIFA berpotensi merusak kredibilitas Piala Dunia dan mencederai asas keadilan bagi tim peserta lainnya. "Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak. Keputusan seperti itu menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berlangsung, di mana situasi serupa sekarang akan memerlukan perlakuan yang sama, yang merugikan kompetisi," tulis UEFA.
"Sebuah turnamen tidak pernah berdiri sendiri dan jika turnamen yang dimaksud adalah Piala Dunia, ia memiliki kekuatan untuk menimbulkan konsekuensi positif atau negatif pada permainan secara keseluruhan. Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini," pungkas UEFA.
Artikel Terkait
Trump Campuri Urusan Piala Dunia, Hubungi Presiden FIFA soal Kartu Merah Pemain AS
FIFA Batalkan Hukuman Balogun, Belgia Murka
AS Hadapi Belgia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Balogun Bisa Tampil
FIFA Tangguhkan Hukuman Balogun, Belgia Protes Keras