Gabriella Sianturi, mahasiswi Teknik Elektro Universitas Udayana, berhasil meraih juara pertama dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Esainya mengangkat isu disabilitas tak tampak, sebuah kondisi yang kerap tidak disadari masyarakat meski dampaknya serius. Gaby, sapaan akrabnya, membawa pulang hadiah sebesar Rp 40 juta.
Pengalaman pribadi menjadi pendorong utama Gaby menulis esai tersebut. Ia memiliki anggota keluarga dengan disabilitas tak tampak, seperti autoimun dan autisme. Menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya memahami gangguan kesehatan yang tidak terlihat dari luar ini. "Memang kelihatannya dari luar sepele, tetapi dampaknya sebenarnya sangat besar," ujar Gaby dalam rilis yang diterima media.
Dalam esainya, Gaby menawarkan konsep bernama VISI, yang merupakan singkatan dari Verifikasi Digital, Identitas Dua Lapis, dan Edukasi. Gagasan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai disabilitas tak tampak. Keberhasilan Gaby tidak lepas dari bekal pelatihan yang ia peroleh sebagai penerima Djarum Beasiswa Plus, termasuk pelatihan kepemimpinan dan berpikir kritis.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Djarum Foundation sebagai bagian dari upaya mendorong pola pikir kritis di kalangan mahasiswa. Felicia Hanitio, Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, menjelaskan bahwa para peserta dilatih untuk peka terhadap isu sosial, mencari data, dan menuangkan gagasan dalam esai argumentatif. "Setiap perubahan besar selalu diawali dengan gagasan yang dituliskan dan dikomunikasikan," katanya.
Para finalis tidak hanya menulis, tetapi juga mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri. Prof. Ronny Rachman Noor, Guru Besar IPB University yang menjadi juri, menilai kegiatan ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan public speaking. "Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para peserta untuk mengkomunikasikan gagasannya secara langsung," ujarnya.
Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 digelar pada 25–26 Mei 2026. Kompetisi tahunan yang dimulai sejak 2005 ini diikuti oleh 533 Beswan Djarum dari 103 perguruan tinggi. Hanya 16 peserta yang berhasil melaju ke babak final. Juara kedua diraih Rafiqoh Wahidah dari Universitas Bengkulu dengan esai berjudul "Di Balik Pintu Toilet Masjid, Sanitasi Belum Berpihak pada Perempuan." Sementara itu, juara ketiga ditempati Caroline Noel Amaris Purnomo dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang dengan esai "Di Balik Zona Nyaman Semu: Krisis Hubungan Autentik di Era AI Companion."