Risalah The Fed dan Musim Laporan Keuangan Bayangi Wall Street Pekan Depan

- Minggu, 05 Juli 2026 | 17:40 WIB
Risalah The Fed dan Musim Laporan Keuangan Bayangi Wall Street Pekan Depan

Wall Street bersiap menghadapi pekan yang penuh ketidakpastian setelah perubahan drastis ekspektasi suku bunga. Risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis Rabu depan menjadi sorotan utama, mengingat prospek kebijakan moneter telah berbalik dari penurunan menjadi kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Perubahan ini terjadi setelah rapat The Fed bulan lalu, yang merupakan rapat pertama di bawah kepemimpinan ketua baru, Kevin Warsh. Warsh menegaskan bahwa bank sentral akan fokus pada stabilitas harga, dengan inflasi yang masih di atas target tahunan 2 persen. Ia juga mengingatkan bahwa The Fed tidak lagi memberikan panduan ke depan (forward guidance) kepada pasar, membuat risalah rapat menjadi semakin krusial.

“Saya rasa akan menarik melihat bagaimana diskusi berlangsung di meja rapat, dan seberapa hawkish kecenderungan mereka,” kata Co-Chief Investment Strategist di Manulife John Hancock Investments, Matthew Miskin.

Investor akan mencermati dampak harga energi terhadap inflasi, mengingat harga energi mulai turun setelah lonjakan akibat perang Iran. Selain itu, perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed juga menjadi perhatian. Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan pasar saham karena meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi.

Data LSEG pada Kamis malam menunjukkan peluang yang hampir seimbang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Namun, data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat tajam, meredakan sebagian kekhawatiran pasar.

Investor juga akan mencermati sektor teknologi yang mulai kehilangan momentum. Saham teknologi, khususnya semikonduktor, menjadi motor utama kenaikan pasar dalam beberapa bulan terakhir. Indeks S&P 500 melonjak 14,9 persen pada kuartal II, kinerja terbaik sejak 2020. Namun, sektor ini mengalami fluktuasi tajam, termasuk penurunan signifikan akhir pekan ini. Di sisi lain, sektor kesehatan, industri, dan keuangan mencatatkan kinerja baik, memunculkan harapan bahwa reli pasar mulai meluas.

“Itulah yang akan saya perhatikan dalam beberapa pekan ke depan, apakah pelebaran reli ini akan terus berlanjut,” kata Kepala Strategi Perdagangan dan Derivatif di Charles Schwab, Joe Mazzola.

Musim Laporan Keuangan Segera Dimulai

Meski agenda data ekonomi AS pekan depan relatif ringan, rilis data aktivitas sektor jasa dan manufaktur diperkirakan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah inflasi. Pasar saham telah pulih setelah sempat tertekan akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Hingga saat ini pada 2026, indeks S&P 500 telah menguat lebih dari 9 persen, sedangkan indeks teknologi Nasdaq Composite naik sekitar 11 persen.

Laba perusahaan yang jauh lebih baik dari perkiraan pada kuartal I menjadi fondasi kenaikan pasar dan meningkatkan ekspektasi terhadap musim laporan keuangan kuartal II yang akan mulai memanas akhir bulan ini. Dua laporan awal pekan depan berasal dari Delta Air Lines dan PepsiCo, yang dipandang mampu memberikan gambaran dari dua sisi berbeda mengenai tren belanja konsumen. Secara keseluruhan, laba perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II diperkirakan tumbuh lebih dari 24 persen, berdasarkan data LSEG IBES.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags