Penyerapan tenaga kerja di Amerika Serikat mengalami perlambatan signifikan pada Juni 2026, meskipun angka pengangguran justru turun. Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja yang sempat menggeliat tahun ini kini kehilangan sebagian momentumnya.
Nonfarm payrolls hanya bertambah 57.000 pada bulan lalu, setelah data dua bulan sebelumnya direvisi ke bawah. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, seiring dengan merosotnya tingkat partisipasi angkatan kerja. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja masih menghadapi tantangan di tengah tanda-tanda penguatan sebelumnya.
Penurunan terbesar terjadi di sektor rekreasi dan perhotelan, yang mencatat kontraksi paling tajam sejak 2020. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), hal ini mencerminkan penyerapan tenaga kerja musiman yang lebih lemah dari biasanya, setelah sempat mencatat peningkatan kuat pada Mei. Sejumlah ekonom sebelumnya memperkirakan momentum Piala Dunia FIFA yang dimulai bulan lalu dapat mendongkrak payrolls di sektor tersebut.
"Penyerapan tenaga kerja di AS melambat tajam pada bulan Juni meskipun angka pengangguran turun, sekaligus menahan sebagian momentum pertumbuhan lapangan kerja yang sempat tumbuh tahun ini," tulis laporan tersebut, Jumat (3/7).
Reaksi pasar terlihat dari penguatan indeks S&P 500 dan penurunan imbal hasil Obligasi Pemerintah AS (Treasury). Investor juga mulai mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve, meskipun mereka masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan pada tahun ini.
"Laporan ketenagakerjaan bulan Juni jelas mengecewakan, meskipun laporan ini seharusnya tidak mengubah pandangan utama siapa pun terhadap prospek ekonomi," kata Neil Dutta, kepala ekonomi di Renaissance Macro Research. "Poin utamanya di sini adalah pasar tenaga kerja mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan ekonomi sedang tidak merata, dan begitu pula dengan pasar tenaga kerjanya," imbuh dia.
Laporan pekerjaan ini terdiri dari dua survei: survei rumah tangga dan survei pemberi kerja. Survei rumah tangga, yang digunakan untuk menghitung angka pengangguran dan tingkat partisipasi, hasilnya lebih lesu meskipun sifatnya lebih fluktuatif. Tingkat partisipasi proporsi populasi yang bekerja atau aktif mencari kerja turun menjadi 61,5 persen, level terendah dalam lebih dari lima tahun. Namun, BLS menyatakan bahwa setelah disesuaikan dengan penyesuaian populasi, angka tersebut tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya.
Tingkat partisipasi untuk pekerja usia produktif 25–54 tahun turun menjadi 83,3 persen, menyamai level terendah sejak 2023. Beberapa ekonom menilai penurunan tajam pada kedua angka tersebut kemungkinan merupakan anomali statistik semata.
Artikel Terkait
Bursa Asia Menguat, Data Tenaga Kerja AS Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Wall Street Melemah, Saham Teknologi Tertekan Lonjakan Meta Tak Cukup
Harga Emas Dunia Melemah Meski Dolar AS Terkoreksi
Dolar AS Melemah di Sesi Kedua, Namun Tetap di Jalur Kenaikan Mingguan Didorong Ekspektasi Suku Bunga The Fed