Harga Emas Dunia Melemah Meski Dolar AS Terkoreksi

- Selasa, 30 Juni 2026 | 08:45 WIB
Harga Emas Dunia Melemah Meski Dolar AS Terkoreksi

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026, meskipun dolar Amerika Serikat bergerak lebih rendah. Pelaku pasar masih mencermati prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) di tengah ketidakpastian inflasi dan perkembangan geopolitik.

Harga emas spot turun 1,8 persen menjadi USD4.016,92 per ons, sementara emas berjangka melemah 1,6 persen menjadi USD4.031,22 per ons.

Analis Pasar Senior Trade Nation David Morrison mengatakan pelemahan dolar belum mampu menopang harga emas setelah logam mulia tersebut mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

"Minggu lalu harga emas sempat turun di bawah USD4.000 per ons sebelum kembali mendekati USD4.100. Namun, pada perdagangan hari ini harga kembali melemah meski dolar bergerak lebih rendah," ujar dia.

Menurut Morrison, pelaku pasar kini menilai apakah harga emas telah mencapai titik terendah atau masih berpotensi melanjutkan tren penurunan.

Pasar menanti data ketenagakerjaan AS

Harga emas dunia pada pekan lalu tertekan oleh penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi. Suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sekaligus mendorong penguatan dolar AS.

Meski dolar melemah pada perdagangan Senin, investor memilih menunggu sejumlah data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Sebelumnya, indikator inflasi pilihan The Fed menunjukkan inflasi masih berada pada level yang relatif tinggi, meski sesuai dengan ekspektasi pasar.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi prospek inflasi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags