Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, menyatakan tidak akan mundur dari posisinya meskipun timnya tersingkir secara mengejutkan di babak 32 besar Piala Dunia. Jerman kalah dari Paraguay melalui adu penalti pada pertandingan yang berlangsung Senin lalu, menambah deretan panjang kegagalan di turnamen besar.
Nagelsmann, yang pada usia 38 tahun menjadi pelatih termuda di babak gugur Piala Dunia dalam 40 tahun, menegaskan keinginannya untuk tetap memimpin juara dunia empat kali itu. "Ini bukan lagi di tangan saya, tetapi saya siap jika mereka menginginkannya," katanya. "Jika seseorang tidak menginginkan ini, maka mereka harus memberi tahu saya. Saya ingin melanjutkan."
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman, yang untuk ketiga kalinya berturut-turut tersingkir lebih awal di Piala Dunia sebelumnya di babak grup pada 2018 dan 2022. Sebelum turnamen, Nagelsmann berulang kali menargetkan gelar juara dunia kelima untuk memulihkan reputasi internasional Jerman, target yang dianggap terlalu optimis oleh banyak pihak di dalam negeri.
Di bawah asuhannya, Jerman hanya mampu mencapai perempat final Euro 2024 di kandang sendiri. Kini, masa depannya sebagai pelatih kepala dipertanyakan. "Saya bukan orang yang lari," tegas Nagelsmann. "Saya ingin melanjutkan, tetapi dalam sepak bola, Anda tidak selalu memiliki kendali atas banyak hal. Jika DFB menginginkannya, maka saya akan mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Eropa dan Liga Bangsa-Bangsa."
Kekalahan dari Paraguay juga mencoreng reputasi Jerman sebagai tim yang hampir sempurna dalam adu penalti. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, mereka kalah melalui adu penalti setelah tiga pemain Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal mencetak gol dari titik putih. Ribuan penggemar di Stadion Boston dan jutaan pemirsa di rumah terkejut menyaksikan kegagalan tersebut.
Jerman belum mencapai final turnamen besar sejak menjuarai Piala Dunia 2014. "Ada lebih banyak yang bisa dilakukan (di turnamen ini)," kata Nagelsmann. "Kami ingin mengukur kemampuan kami melawan Prancis di babak 16 besar. Tetapi seperti yang terjadi sekarang, itu tidak cukup baik."
Artikel Terkait
Belanda Hadapi Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Duel Lini Tengah Jadi Kunci
Real Madrid Lepas Nico Paz ke Como dengan Klausul Buy Back Rp1,63 Triliun
Prancis Hadapi Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia, Deschamps Ingatkan Ancaman Sistem Gugur
Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Gol Dianulir VAR, Pelatih Sebut Skandal Besar